Syukuran HUT ke 26 PP-Polri Cabang Medan, Kapoldasu Tidak Menghargai  Purnawirawan

Kamis, 10 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para Purnawirawan pada acara Syukuran HUT ke 26 PP-Polri Cabang Medan, Rabu (9/7).(foto.jos Tambunan)

 

 

MEDAN, INVOCAVIT.COM: Acara Syukuran HUT ke 26 Persatuan Purnawirawan Polri (PP-Polri) Cabang Medan berlangsung cukup meriah dan penuh kekeluargaan. Para sesepuh Polri larut dalam suasana kegembiraan, canda dan tawa menggema dalam ruangan yang dilakukan didalam sebuah kafe dikawasan Jalan Beo, Kec Medan Sunggal, Rabu (9/7).

Namun dibalik canda dan tawa itu ternyata ada tersimpan kekecewaan dihati para sesepuh Polri itu. Curhatan dan kritisi mereka utarakan atas sikap Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Mereka bilang Kapoldasu tidak menghargai purnawirawan.

Dihadapan seratusan purnawirawan Polri, Ketua PKB-Brimob Sumatera Utara yang juga penasehat PP-Polri Sumayeta Utara, Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan secara terang-terangan mengatakan kalau Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto tidak menghargai purnawirawan, lain dengan Kapolda Sumut sebelum-sebelumnya.

” Anggota Polri saat ini tidak lagi menghargai purnawirawan. Cuek semua. Egoisme sudah sangat tinggi mereka tidak menyadari hidup ini akan berubah, tidak ada yang kekal. Pada akhirnya semua akan pensiun. Saya meminta kepada para purnawirawan jangan mau mengemis. Pangkat tertinggi sudah kita dapatkan,”Purnawirawan”. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita siap, tanpa harus mengemis. Mereka (Polri aktif) cuek semua. Egonya tinggi,” tegasnya.

“Prilaku benar-benar sudah rusak. Saya sendiri datang tidak dihargai, saya datang ke Polda dan ke Polres minta tolong,” ujarnya lagi.

“Saya ini mantan Wakapolda Metro Jaya, Wadankorps Brimob, Wadan Pusdik Brimob, Wakapolres Medan dan yang sudah capek bertempur dengan nyawa taruhan ke Timor-Timor, Papua, Aceh dan daerah konflik lainnya. Tapi tidak ada dihargai. Padahal dulu sewaktu masih aktif, saya selalu perintahkan kepada staf kalau purnawirawan datang layani dengan baik, berikan dia minum, berikan dia kopi,” sebutnya.

Cerita lain datang dari purnawirawan. “Yang Hebat lagi Kapolda Sumut, waktu HUT Bhayangkara pada
Upacara Ziarah Rombong PPB POLRI dan PKBB-Dasu diundang untuk ikut Ziarah, rombongan sudah siap-siap berangkat tiba-tiba dibatalin,” katanya.

Kemudian katanya lagi, “Pensucian Pataka Ketua PP POLRI SUMUT sudah siap-siap dibatalkan, yang hebatnya malam hari panitia anjang sana kerumah Ketua PP POLRI Sumut dan Kerumah Ketua PKBB-Dasu, kitapun sudah siap-siap kita tunggu sampai jam 10.00 gak datang-datang terakhir ditelepon bahwa anjang sana dibatalin, kan gila itu”.

Waktu HUT PP POLRI juga, yang diundang Kapolda Sumut yang hadir Dir Bimmas. “Entahtidak dikasih undangan atau pelampiasan kekecewaan pas Upacara HUT Bhayangkara Pak Raziman gak datang, yang kasihan bapak Irjen Pol (Purn) Robert Aritonang Ketua PP POLRI Sumut dia datang di tempatkan ditempat paling pojok dipinggir tenda, yang hebatnya pada saat selesai Upacara Kapoldasu datang menyalami para undangan, namun sebelum sampai di kursi pak Robert, Kapoldasu balik kanan.

“Setelah saya bilang Pak Kapolda itu Pak Irjen (Purn) Robert Ketua PP POLRI, baru Kapolda balik kanan melihat Pak Robert baru disalaminya
Itulah perlakuan Kapoldasu kepada para pensiunan, yang tidak menghargai pensiunan Jenderal. Ya begitulah,” terangnya.

“Jenderal pensiun aja gak dihargai konon lagi kami ini perwira dan bintara,” ketusnya.

Selain perlakuan yang tidak menghargai purnawirawan, Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan juga menyoroti keputusan Kapoldasu terkait penanganan kerusuhan di Belawan.

“Sejatinya anak buah adalah harta yang paling mahal. Siapa lagi yang menghargai dan membela anggota kalau bukan pimpinan. Anak buah sudah berjibaku dilapangan menahan hujan, panas dan dinginnya malam. Jangan dikit-dikit pecat. Hampir hilang nyawanya meskipun dia menyelamatkan dirinya dipecat. Apa itu,” jelasnya lagi.

Pimpinan Polri itu, kata Raziman Tarigan, jangan hanya menyelamatkan diri sendiri dan janganlah terlalu melakukan pencitraan. Masyarakat tahu kok siapa itu Polri.”Sepandai-pandainya menutupi bangkai pasti ketahuan baunya. Saya menghimbau laksanakanlah tugas dengan sungguh-sungguh sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ucapnya.

Jangan dikit-dikit uang. “Mau minta tolong dibantu mengurus masa dibilang berapa uangnya. Melapor saja pun harus ada uang. Bagaimana itu,” katanya.

“Saya tiga tahun Kepala KP3 Belawan. Saya tahu bagaimana orang Belawan itu, gampang menjinakkannya. Polisi saat ini memang gawat,” imbuhnya.

Kita purnawirawan ini harus juga memperbaiki polisi yang brengsek itu, jangan karena sudah pensiun diam aja. “Itu Teddy Minahasa, Ferdy Sambo itu dulu anak buah saya sewaktu komandan Propam. Mereka itu contohnya polisi bobrok. Karena itu yang masih aktif berbuat baiklah karena masih panjang perjalanan biar sampai meraih pangkat tertinggi purnawirawan. Ya Wakapolrestabes,” kata Raziman Tarigan sembari menunjuk Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen yang secara tidak langsung menyindir Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan sebagai Pembina Persatuan Purnawirawan Polri Kota Medan yang tidak hadir namun mewakilkan Wakapolrestabes Medan.

“Ehhhh.. Kau yang aktif itu akan pensiun juga, kau akan merasakan kalau nanti kau pensiun punya hajatan yang kau undang tidak datang,” pungkas purnawirawan kelahiran 75 tahun silam itu.(jos)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wisata Rohani Anak Sekolah Minggu HKBP Marturia Muliorejo, Maruli Siahaan: Pembinaan Iman dan Karakter Generasi Muda Gereja Harus Didukung
Waspada Ancaman Modern, Kodaeral I Perketat Pengamanan Personil, Material Hingga Dokinfopen
Maruli Siahaan Sampaikan Doa dan Penghiburan Kepada Dua Keluarga Anggota PPSD, Jaga Nilai-Nilai Kekeluargaan Sesama Punguan 
Puncak Perayaan Harmoni 27 Tahun Pendawa Indonesia, Maruli Siahaan Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan
Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut
Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Konstituennya Di Shri Mariamman Kuil
Maruli Siahaan Dukung Kebaktian Padang dan HUT Lansia HKBP Gang Sado
Maruli Siahaan Dukung Pembinaan Iman dan Karakter Generasi Muda Gereja, Melalui Wisata Rohani Anak Sekolah Minggu HKBP Glugur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:07 WIB

Wisata Rohani Anak Sekolah Minggu HKBP Marturia Muliorejo, Maruli Siahaan: Pembinaan Iman dan Karakter Generasi Muda Gereja Harus Didukung

Senin, 21 September 2026 - 20:41 WIB

Waspada Ancaman Modern, Kodaeral I Perketat Pengamanan Personil, Material Hingga Dokinfopen

Senin, 21 September 2026 - 20:31 WIB

Maruli Siahaan Sampaikan Doa dan Penghiburan Kepada Dua Keluarga Anggota PPSD, Jaga Nilai-Nilai Kekeluargaan Sesama Punguan 

Senin, 21 September 2026 - 20:20 WIB

Puncak Perayaan Harmoni 27 Tahun Pendawa Indonesia, Maruli Siahaan Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Senin, 21 September 2026 - 18:12 WIB

Terkait Kasus Tersangka Dhody Thahir, Ketua DPRDSU Diperiksa Polda Sumut

Berita Terbaru