Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV Sumut–Aceh, Sugiat Santoso Ajak Petani Tingkatkan Daya Saing Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 27 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, INVOCAVIT.COM:  Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan Nasional.

Ajakan itu disampaikan Sugiat Santoso saat menjadi narasumber dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh, yang diselenggarakan di BPSDM Medan, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) itu, diikuti oleh para petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diklat tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional sesuai dengan program Astacita Bapak Presiden Prabowo Subianto tentang pertanian

Dalam pemaparan yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas, Kemandirian, serta Daya Saing Para Petani Demi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Kuat”, Sugiat Santoso menegaskan petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan bangsa.

“Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa petani yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas, kemandirian, dan daya saing petani harus menjadi perhatian bersama agar kesejahteraan petani ikut meningkat,” kata Sugiat.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar global. Oleh karena itu, petani dituntut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usaha tani, memanfaatkan inovasi teknologi, serta meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.

Menurut Sugiat Santoso, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diyakini mampu mempercepat lahirnya sektor pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam materi yang dipaparkan, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus penguatan sektor pertanian, yakni kapasitas petani unggul, kemandirian petani berdaya, peningkatan daya saing petani, ketahanan pangan yang kuat, serta kolaborasi untuk kemajuan.

Sugiat berharap melalui Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV ini, para petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, dimana para peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Diklat ini diharapkan menjadi wadah peningkatan pengetahuan, motivasi, serta strategi bagi petani dalam memperkuat sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang tangguh.

Penyelenggaraan Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV sekaligus menjadi bukti komitmen Tani Merdeka Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat ketahanan pangan. (kcu)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Ketum PMK Sumut Yakin Kapolri Suyudi Mampu Jadi Pelayan dan Penegak Hukum Yang Benar
Dikabarkan Jual Mantan Istri ke Wakapolda,  Laporan Brigadir Iman Harefa Naik Penyidikan, Segera Penetapan  Tersangka 
Mengabdi Dengan Integritas Melangkah Penuh Amanah , Kodaeral I Apresiasi Kenaikan Pangkat Personil
Rakor Pencegahan Korupsi di Kantor Gubsu, KPK Temukan 41 Anomali Pada APBD 2026
Dr Maruli Siahaan, SH.MH  Dukung Sinergi Pencegahan Narkoba melalui Seminar Nasional dan Penandatanganan MoU BNNP Sumut–PROGIB
Kolonel TNI Cba Harfan Bahar Jalani Sidang di Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Jalin Asmara dengan Pemasok Narkoba
Kodaeral I Perkuat Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim, Serap Kondisi dan kebutuhan serta potensi Diwilayah Pesisir
Sinyal Kolaborasi Menguat, Kodaeral I Sambut Tim Skomlekal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Gantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Ketum PMK Sumut Yakin Kapolri Suyudi Mampu Jadi Pelayan dan Penegak Hukum Yang Benar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Dikabarkan Jual Mantan Istri ke Wakapolda,  Laporan Brigadir Iman Harefa Naik Penyidikan, Segera Penetapan  Tersangka 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Mengabdi Dengan Integritas Melangkah Penuh Amanah , Kodaeral I Apresiasi Kenaikan Pangkat Personil

Rabu, 30 September 2026 - 21:27 WIB

Rakor Pencegahan Korupsi di Kantor Gubsu, KPK Temukan 41 Anomali Pada APBD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 20:10 WIB

Dr Maruli Siahaan, SH.MH  Dukung Sinergi Pencegahan Narkoba melalui Seminar Nasional dan Penandatanganan MoU BNNP Sumut–PROGIB

Berita Terbaru

Oplus_131072

Nasional

Reshuffle Kabinet Prabowo

Kamis, 1 Okt 2026 - 22:18 WIB