Komjen Pol Drs Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak M.Si.(dok).
INVOCAVIT.COM, MEDAN – Polri adalah singkatan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.Polri merupakan lembaga keamanan dan kepolisian negara Republik Indonesia yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengatur lalu lintas. Polri didirikan pada tanggal 11 September 1945 setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda.
Sebelum Indonesia merdeka, kepolisian di Indonesia dikelola oleh kepolisian Belanda yang dikenal dengan nama Koninklijk Nederlands Indische Politie (KNIP). KNIP didirikan pada tahun 1881 dan bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Belanda di Indonesia. KNIP juga bertugas mengawasi kegiatan-kegiatan politik di Indonesia, termasuk menangkap dan menjebloskan orang-orang yang dianggap menentang pemerintahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, KNIP berubah menjadi Polri. Pada awalnya, Polri bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia serta membantu pemerintah dalam menjalankan pemerintahan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan politik di Indonesia, tanggung jawab Polri pun berkembang.
Kini, Polri telah berusia 77 tahun (1 Juli 1946 red). Hari kepolisian atau saat ini disebut HUT Bhayangkara diperingati setiap tanggal 1 Juli. Tanggal peringatan tersebut sesuai dengan penetapan pemerintah nomor 11 tahun 1946
Di usia yang terbilang matang, Polri telah banyak mencetak para perwira tinggi yang berasal dari berbagai suku dan agama di Indonesia. Mulai dari Brigadir Jenderal (Brigjen), Inspektur Jenderal (Irjen), Komisaris Jenderal (Komjen) hingga Jenderal (Bintang empat).
Namun, tahukah anda, berapa orang suku Batak yang dapat meraih bintang tiga (Komjen) hingga purnabakti?.
Dari catatan penulis, di usia Polri 77 tahun (1 Juli 2023), telah banyak putra Batak yang meraih pangkat Brigjen dan Irjen. Namun yang dapat meraih pangkat Komjen masih bisa dihitung, lain dalam kepangkatan TNI yang mana putra terbaik suku Batak telah banyak berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) TNI AD atau setara dengan Letjen di TNI AL dan TNI AU.
Sementara polisi berpangkat Komjen hanya ada 2 putra terbaik suku Batak. Satu suku Batak Toba dan satu lagi Suku Batak Mandailing.
Siapakah Komjen itu, Berikut profilnya.
1. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, lahir di Balige, Kab Toba, Propinsi Sumatera Utara pada 19 Januari 1969. Dia adalah mantan Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu).
Setelah 2 tahun 6 bulan memimpin Polda Sumut, yang merupakan Kapolda Sumut terlama, suami Ny Rita Panca Putra Simanjuntak itu dimutasi sesuai surat telegram rahasia (TR) Nomor: ST/1394/VI/KEP./2023 tanggal 24 Juni 2023, menjadi pati Lemdiklat Polri.
Lalu, pada Jumat 8 September 2023, Irjen Pol.Drs.RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si dilantik menjadi Sestama- Lemhanas (Sekretaris Utama- Lembaga Ketahanan Nasional) dengan pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi.
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategi ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Lembaga Pertahanan Nasional berdiri pada tanggal 20 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1964, dan berada langsung di bawah Presiden. Adapun tugas Sestama Lemhanas adalah sebagai pembantu Gunernur Lemhanas.
Komjen Pol Drs.Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Simanjuntak adalah perwira tinggi Polri, yang berpengalaman di bidang reserse. Memiliki karier cemerlang di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sebelum dilantik menjadi Sestama Lemhanas pada Jumat 8 September 2023, pria berdarah kelahiran zodiak Capricon ini menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara.
Selama menjabat Kapolda Sumut, ayah satu orang anak itu menorehkan banyak prestasi. Mulai dari pencapaian target vaksinasi Covid-19 tercepat dari seluruh propinsi di Indonesia, pengamanan Pilkades (Pemilihan Kepala Daerah) serentak hingga tidak satupun ditemukan sengketa. Bahkan, pengamanan event internasional yakni Perhelatan F1 Boat Race atau F1H20 di Danau Toba, 24-25 Februari 2023 yang diikuti 15 negara dan pertemuan Grand W20 Summit di Dabau Toba, 27-29 Juli 2022.
Selain sukses dalam pengamanan perhelatan nasional dan internasional, salah seorang Kapolda Sumut yang menjadikan salah satu dari 10 quik respon ”Jadikan media sebagai mitra strategis menjaga Kamtibmas”, sukses mengungkap berbagai kasus kejahatan, diantaranya pembunuhan dan tindak kekerasan serta teror yang dialami wartawan, perampokan bersenjata api toko emas di Medan, pengungkapan kerangkeng manusia dirumah mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Petangin-angin. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua di antaranya adalah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin dan anaknya Dewa Perangin Angin, hingga perampokan yang menewaskan mahasiswa UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) dan masih banyak lagi.
Yang paling mengesankan, dalam setiap pengungkapan kasus kriminal, semua diungkap dengan tuntas tanpa sisa (Pelaku), sesuai mottonya: Kerja Cerdas, Kerja Cepat, Kerja Tuntas”.
Tercatat, beliau adalah Kapolda yang sangat aktif menggunakan heli kopter dalam setiap kunjungan ke daerah (Polres). Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pelayanan ke Polres jajaran mengingat jarak tempuh masing-masing Polres dari Mapolda Sumut (Medan) memakan waktu sampai 12 jam perjalanan darat. Sehingga dalam satu hari bisa menyinggahi 2 sampai 3 Polres.
Dengan kinerja yang mumpuni selama menjabat Kapolda Sumut, dia memperoleh banyak penghargaan antara lain, piagam penghargaan dari KPK RI sebagai Polda terbaik dalam penanganan kasus-kasus korupsi, penghargaan Kompolnas Award 2022 sebagai salah satu Polda yang menunjukkan kinerja terbaik di seluruh Indonesia.
Kemudian, penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (KLHK) karena dinilai ikut peran aktif dalam upaya perlindungan dan rehabilitasi mangrove . Penghargaan diberikan langsung Menteri LHK Siti Nurbaya di acara Hari Bakti Rimbawan ke-40 Tahun 2023 di Auditorium DR Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (16/3/2023).
Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak, Piagam penghargaan dari Lemkapi sebagai Polri Presisi dan lain-lain.
Dengan karier cemerlang dikepolisian, Drs.RZ Panca Putra Simanjuntak mendapat penugasan sebagai Direktur Penyidikan KPK selama 11 bulan. Selama berada di institusi anti rasuah itu, Panca Putra Simanjuntak banyak menyelesaikan kasus yang mangkrak. Ada 21 Operasi Tangkap Tangan (OTT) bahkan kasus TPPU Tubagus Chairi Wardana yang mangkrak di KPK selama enam tahun.
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 itu selama bertugas dikepolisian menduduki jabatan strategis antara lain:
Kapolres Banyumas
· Kapolres Tegal (2010—2011)
· Wadirreskrimsus Polda Jateng (2011—2012)
· Dirreskrimsus Polda Kalteng (2012—2013)
· Dosen Utama STIK Lemdikpol (2013—2017)
· Wadirtipidum Bareskrim Polri (2017—2018)
· Direktur Penyidikan KPK (2018—2020)
· Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)
· Kapolda Sulawesi Utara (2020—2021)
· Kapolda Sumatera Utara (2021—2023)
· Pati Lemdiklat Polri (2023)
· Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (2023).
Adapun Suku Batak Mandailing yang hingga purna meraih pangkat Komjen adalah, Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution.
Komjen Saud Usman Nasution lahir di Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada 25 Februari 1958. Semasa masih aktif di kepolisian dia kerap ditugaskan di badan anti teror Polri.
Seperti menjabat sebagai Wakadensusu 88 Antiteror Polri dan Kadensus 88 Antiteror Polri di tahun 2009. Sebelum pensiun dia sempat menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia tahun 2014.
Komjen Saud juga pernah menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan di tahun 2013, Wakabareskrim Polri tahun 2012, dan jadi Kabid Humas Polri tahun 2011.
Semoga Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi berdarah Batak semakin bertambah.(jos).

















Komentar