Diduga Penyebab Banjir dan Longsor, Polda Sumut Targetkan Sejumlah Perusahaan Pembalakan Liar

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pencarian para korban banjir bandang dan longsor diantara tumpukan kayu gelondongan.(ist).
MEDAN, INVOCAVIT.COM: 
Polda Sumut menargetkan sejumlah perusahaan di Kab Tapsel dan Tapteng untuk penelidikan. Perusahaan itu diduga penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor di dua kabupaten tersebut.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto melalui Dirreskrimsus Kombes Pol Rudi Rifani mengatakan, pihak ya telah menurunkan tim ke Kabupaten Tapsel dan Tapanuli Tengah untuk menyelidiki penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.
Dua tim yang ditirunkan dari Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu.
Sejumlah perusahaan sudah diidentifikasi yang diduga melakukan pembalakan liar dan melakukan alih fungsi hutan tanpa prosedur yang berlaku.
Kendati mantan Dirpolair Polda Sumut itu tidak menyebut nama perusahaan dimaksud namun dia mengatakan bahwa perusahaan itu termasuk skala besar dibidang perkayuan dan perkebunan.
Mantan Wakapolrestabes Medan itu menambahkan, selain ke Tapsel dan Tapteng, Polda Sumut juga akan melakukan penyelidikan yang sama di Kab Madina, Sibolga, Taput dan Humbahas.
“Semua kita targetkan.Perlahan-lahan akan kita ungkap,” tandasnya.
Diketahui, banjir bandang dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sepertinya tidak bisa dilepaskan dari adanya dugaan praktik perambahan liar (ilegal logging).
Sebab, berdasarkan fakta di lapangan, banjir yang melanda beberapa daerah, diantaranya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kotamadya Sibolga, Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) serta Madina disertai dengan banyaknya kayu gelondongan.
Bencana banjir bandang dan longsor telah meluluhlantakkan sejumlah daerah di Sumatera Utara. Bencana itu mengakibatkan ratusan jiwa manusia melayang, dan lainnya masih dalam pencarian. Ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur tak dapat ditempati.
Bahkan, perkampungan penduduk dan sawah berubah menjadi bukit akibat banjir bandang dan longsor.
Sementara, bangunan rumah, jembatan dan jalan hancur hingga putus. Banyak warga terisolir hingga belum mendapatkan bantuan.(jos)
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kompolnas Turun ke Medan, Dalami Kematian Winda Lorenza Gowasa Mantan Istri Polisi  Luka Tembak
Geng Motor “Warnek” Belawan Ditangkap, 10 Sajam Ditemukan di Basecamp  
Jaringan Pod Getar Malaysia Diungkap, Sepasang Kekasih dan 295 Pcs Diamankan 
Rebutan Remot TV, Nyawa Melayang Di Warung Kopi “Surya”
Sabu 1,5 Kg Tujuan Surabaya Gagal, Kurir Dijanjikan Upah 30 Juta Rupiah
GSN Polres Karo, Lima Pria Diamankan
Anto Botak Kelola Judi Tembak Ikan Merek 99 Wilkum Polres Belawan, Polda Sumut Didesak Tutup
Minta Tambah Uang Tak Disanggupi Korban, Kasus Penipuan “Dipeti Eskan”, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Dilaporkan ke Polda Sumut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:04 WIB

Kompolnas Turun ke Medan, Dalami Kematian Winda Lorenza Gowasa Mantan Istri Polisi  Luka Tembak

Rabu, 23 September 2026 - 19:30 WIB

Geng Motor “Warnek” Belawan Ditangkap, 10 Sajam Ditemukan di Basecamp  

Rabu, 23 September 2026 - 19:23 WIB

Rebutan Remot TV, Nyawa Melayang Di Warung Kopi “Surya”

Rabu, 23 September 2026 - 19:20 WIB

Sabu 1,5 Kg Tujuan Surabaya Gagal, Kurir Dijanjikan Upah 30 Juta Rupiah

Rabu, 23 September 2026 - 19:17 WIB

GSN Polres Karo, Lima Pria Diamankan

Berita Terbaru