Miris..!, Seorang IRT Larang Dermawan  Beri Bantuan Korban Kebakaran, Pak Alun: Berbuat Baik Jangan Dilarang

Rabu, 15 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Tionghoa berhati dermawan.(ist).
Medan, INVOCAVIT.COM – Edan…Seorang ibu rumah tangga tega melarang seorang pria ujur berhati mulia yang hendak memberikan bantuan sembako kepada lima keluarga korban kebakaran di Jl.Brigjen Katamso Gang Family Lingkungan I.
Bahkan wanita turunan Tionghoa itu diduga memprovokasi warga sekitar untuk bersama-sama menolak pria dermawan itu memberikan bantuan dan mengusir korban kebakaran dari daerah tersebut.
Namun, provokasi itu tidak ditanggapi warga lainnya justru warga sekitar mencemooh aksi provokator tersebut.
Acu, ibu rumah tangga yang diduga melarang orang lain memberi bantuan kepada korban kebakaran.(ist).
Ceritanya berawal dari kebakaran lima unit rumah di Jl.Brigjen Katamso Gang Family pada Jumat (10/1) lalu.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu hanya saja kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah.
Beberapa warga sedang memperhatikan rumah yang hangus dilalap api.(jos tambunan).
Hingga kini, Polsek Deli Tua masih melakukan penyelidikan motif kebakaran dan lokasipun telah dipasang garis polisi (Police line). Sementara para korban kebakaran terpaksa menumpang dirumah keluarganya masing-masing menunggu ada dana atau donatur untuk membantu membangun rumah mereka.
TOKOH MASYARAKAT DERMAWAN
Mendengar terjadi kebakaran lima unit rumah permanen di Jalan Brigjen Katamso GG Family, seorang tokoh masyarakat Tionghoa yang dikenal masyarakat luas orang yang dermawa mendatangi lokasi kebakaran.
Dengan membawa bantuan berupa bahan makanan dan barang keperluan lainnya, tokoh masyarakat yang tinggal di Jalan Berlian Sari, Kel Kedai Durian, Kec Medan Johor datang kelokasi kebakaran dan bertemu dengan para korban.
Ketua Yayasan Budi Luhur itupun menyerahkan bantuan yang dibawa. Namun seketika, bak disambar petir disiang hari, pria ujur yang sudah berusia 73 tahun itu mendapat penolakan dari seorang wanita mengaku bernama Acu.
Wanita yang tinggal tidak jauh dari rumah kebakaran itu melarang orang yang berhati tulus itu memberikan bantuan kepada para korban. Bahkan, Acu berteriak-teriak memprovokasi warga untuk mengusir korban kebakaran dari daerah tersebut.
Suasanapun sempat ribut. Para korban kebakaran merasa terusik ketenangannya. Tokoh peduli sesama itu juga sempat tersulut emosi namun dia menyadari tidak semua orang suka dengan perbuatan baik,  akhirnya dia berusaha menenangkan hati dan  sempat memperingatkan wanita paruh baya itu agar tidak melarang niat baiknya memberikan bantuan kepada korban kebakaran.
Akan tetapi, Acu bagaikan tidak perduli. Dia menuding dapur umum yang didirikan  bisa membahayakan keselamatan mereka jika api merembet sampai ke rumahnya.
Disambangi dirumahnya, Rabu (15/1) siang, Acu sempat tidak mau keluar dari rumahnya namun setelah disebut dari media, Acu membuka pintu dan sempat berdialog.
Raut wajahnya terlihat tegang suaranya juga keras seolah masih menyimpan amarah.
Ketika ditanya alasan marah dan melarang orang memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Acu sempat terdiam.”Saya takut api merembet kerumah saya. Dia membuat dapur umum, bagaimana kalau kampung ini terbakar,” katanya dengan nada tinggi.
Namun akhirnya ibu rumah tangga itu pasrah dan membiarkan siapapun yang mau memberikan bantuan kepada para korban kebakaran tersebut.
“Terserah, siapapun yang mau memberikan bantuan, saya tidak perduli,” ucapnya sembari menutup pintu rumahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang tidak bersedia ditulis namanya  mengaku sangat menyesalkan sikap perempuan tersebut yang tidak senang melihat kedatangannya memberikan bantuan kepada korban kebakaran.
“Saya sangat heran, kok ada orang lain yang tidak punya rasa belas kasihan melihat tetangganya yang tertimpa musibah. Sebagai orang yang beriman apalagi bertetangga, tidak seharusnya seorang perempuan bernama Acu merasa iri, dengki dan marah bila ada orang yang datang memberikan bantuan. Bagaimana kalau terhadap diri dia mendapat musibah tapi dilarang orang lain ada yang mau memberikan bantuan,” katanya dengan nada sedih.
“Semoga tidak ada lagi orang lain sekeras hati Acu, dan saya doakan timbul perasaan iba dari diri dia,” ucapnya lirih.
Sementara itu, korban kebakaran menyampaikan terimakasih kepada  yang berhati mulia bersedia membantu dengan bahan makanan dan keperluan sehari-hari.
“Kami mendoakan semoga beliau diberikan kesehatan, panjang umur dan dilimpahkan rezeki,” katanya.
Sejumlah warga Delitua menyampaikan dukungan kedermawanan pria ujur tersebut  yang tanpa pamrih menyisihkan rezekinya untuk membantu warga yang tertimpa musibah. Banyak orang kaya dan berkecukupan namun niatnya menyisihkan rezeki kepada orang yang tertimpa musibah atau kepada orang ekonomi lemah tidak mau, tapi tokoh masyarakat itu diusianya yang senja masih berusaha bersedekah.
“Kami melihat selama ini, beliau tidak melihat latar seseorang yang akan dibantu. Sudah banyak warga Delitua dan Medan Johor yang dibantunya, bukan hanya warga turunan tapi warga pribumi sudah banyak yang dibantu. Bahkan, beliau dalam setiap hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan, sering memberikan bantuan ke masjid dan kepada warga yang membutuhkan. Demikian juga ketika terjadi covid-19,” tuturnya.
Dia juga mendoakan supaya tokoh masyarakat Tionghoa itu sehat dan panjang umur serta rezekinya berlimpah agar supaya bisa membantu masyarakat yang terdampak musibah dan orang kurang mampu.
“Tidak semua manusia bisa menerima kebaikan orang lain, pasti ada yang iri, benci bahkan tidak suka. Bahkan, yang baikpun dilakukan belum tentu semua orang bisa menerima. Pun demikian, kami berharap beliau tidak kendor semangat. Tidak akan ada orang yang jadi miskin karena suka bersedekah dan Tuhan akan selalu mencukupkan. Tuhan pasti melimpahkan rezeki buatnya,” ujar seorang pedagang yang memakai jalan menuju rumah Pak Alun untuk berjualan.(jos).
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sedikitnya 500 Warga Hadiri Reses Dr Maruli Siahaan di Medan Timur, Keluhkan Pencurian, Narkoba Liquid Pod, dan Banjir
Sholat Subuh Bersama Masyarakat, Kapolda Sumut Ajak Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba
Maruli Siahaan Beri Dukungan Galang Dana Departemen Sosial GSJA Daerah I Sumut-Aceh
Jaga Sumut Tetap Kondusif, Kapolda Sonny Irawan Pererat Sinergi dengan TNI AU
Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan Puji Kinerja Brimob: Selalu Terdepan dalam Berbagai Tugas
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Mashun, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Bentuk Perhatian dan Jaga Silaturahmi, Maruli Siahaan Hadiri Pesta Pernikahan Konstituenya
Dikabarkan Direktur merangkap Corporate Secretary PT TPL Anwar Lawden ditangkap Kejagung di Medan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Sedikitnya 500 Warga Hadiri Reses Dr Maruli Siahaan di Medan Timur, Keluhkan Pencurian, Narkoba Liquid Pod, dan Banjir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Sholat Subuh Bersama Masyarakat, Kapolda Sumut Ajak Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Maruli Siahaan Beri Dukungan Galang Dana Departemen Sosial GSJA Daerah I Sumut-Aceh

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Jaga Sumut Tetap Kondusif, Kapolda Sonny Irawan Pererat Sinergi dengan TNI AU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Kapolda Sumut Irjen Sonny Irawan Puji Kinerja Brimob: Selalu Terdepan dalam Berbagai Tugas

Berita Terbaru