Home » Modus Buka Bimbel Masukan Polisi, Oknum Polisi SPN Hinai Tipu Warga Rp250 Juta Dilaporkan ke Poldasu

Modus Buka Bimbel Masukan Polisi, Oknum Polisi SPN Hinai Tipu Warga Rp250 Juta Dilaporkan ke Poldasu

Korban Rawani Siregar memperlihatkan laporan pengaduanya kepada wartawan.(ist).

 

 

 

MEDAN, INVOCAVIT COM – Modus buka Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk masuk polisi, seorang anggota  polisi yang bertugas di SPN Hinai, Bripka AT, dilaporkan ke Polda Sumut karena diduga melakukan  penipuan Rp.250 juta  terhadap orangtua seorang siswanya.

 

Laporan itu tertuang dalam Nomor: STTLP/B/161/II/2024/SPKT POLDA SUMUT, pelapor Rawani Siregar (41),  warga Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Kapoldasu Buka Pendidikan Bintara Polri, di SPN Hinai, Wujudkan Anggota Polri Dedikasi Tinggi Jadi Polri Presisi

 

Riswani Siregar dalam laporannya yang diterima, Selasa (27/2),  menerangkan pada 2022 lalu mengenal terlapor Bripka AT karena membuka bimbingan belajar (bimbel) untuk seleksi anggota Polri lalu memasukkan anaknya untuk mengikuti pendidikan.

 

Setahun berikutnya Maret 2023, terlapor meminta uang sebesar Rp100 juta kepada korban karena ada pendaftaran masuk anggota Polri lalu kembali meminta uang sebesar Rp150 juta.

Baca Juga :  Oknum Polri di Riau Teror dan Intimidasi warga, Aktivis Wak Genk Desak Segera proses laporan

 

Alasannya, agar uang yang diberikan dapat meluluskan anak korban sebagai polisi. Namun ketika anaknya mendaftar polisi tidak diterima karena kalah tinggi badan.

 

“Pada kesempatan ini saya meminta keadilan kepada Bapak Kapolda Sumut, Kapolri, untuk dapat menangkap anak buah bapak yang telah melakukan penipuan modus memasukkan anak ku sebagai anggota polisi,” ujar Riswani.

Baca Juga :  Mantan Anggota DPR RI Dilaporkan ke Polda Sumut

 

Ia pun juga berharap Kapolda Sumut agar menindaklanjuti laporan yang telah dibuat di SPKT Polda Sumut. “Semoga Kapoldasu dapat memerintahkan dan menangkap Bripka AT yang sudah menipu saya,” pungkasnya.

 

Sementara informasi diperoleh kalau Bripka AT sudah lama tidak masuk kerja.

 

“Kalau tidak salah sudah hampir 1 tahun yang bersangkutan tidak dinas,” ujar sumber yang tidak bersedia disebut identitasnya. (jos).

Tinggalkan komentar