banner 728x250

Polres Labuhan Batu Tak Mampu Ungkap Pembakaran 2 Mobil Wartawan

banner 120x600
banner 468x60

Kedua Mobil Wartawan Labuhanbatu yang diduga dibakar OTK oleh orang suruhan.(ist).

 

banner 325x300

 

LABUHANBATU, INVOCAVIT.COM – Polres Labuhan Batu dibawah kepemimpinan Kapolres AKBP Dr Benhard Malau belum mampu mengungkap kasus pembakaran dua unit mobil wartawan.

 

Kasus pembakaran mobil yang dilakukan Orang Tak Dikenali (OTK) menimpa M Azhar Harahap Wartawan Akurat.co. Mobil merek Daihatsu Xenia miliknya diduga dibakar Mafia di parkirkan rumahnya di Perumahan Disbun, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau, Kabupaten Labuhanbatu pada Jum’at (6/10/2023).

 

Peristiwa yang sama dialami Junaidi Marpaung Wartawan Utama News. Mobil dan rumah serta isinya hangus terbakar yang berlokasi di Lingkungan Talak Simin, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara pada Kamis (21/3/2024) sekira pukul 02.00 Wib.

 

Akibat belum terungkapnya kasus pembakaran mobil dan rumah wartawan itu membuat insan pers dan masyarakat mempertanyakan keseriusan dan kemampuan Polres Labuhan Batu.

 

Bahkan, para wartawan merasa kwatir bertugas di Labuhanbatu untuk menjalankan fungsinya sesuai kaedah undang-undang kejurnalistikannya mengingat polisi tidak mampu mengungkap kasus-kasus sebelumnya.

 

 

 

“Kasusnya belum terungkap sampai saat ini, hanya dapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polisi,” kata Azhar dan Junaidi dengan Kompak saat diminta Www.invocavit.com tanggapannya, Senin (17/6/2024).

 

Kata Azhar, belum lama ini sewaktu coffe morning dengan Wartawan, Kapolres Labuhanbatu berjanji mengungkap kasus pembakaran itu.

 

“Apa kendalanya kita juga tidak tahu hingga kini belum terungkap,janji si Bernard akan diungkapnya,tapi sampai saat ini belum terungkap,” bilang Azhar.

 

Menurut Azhar, atas ucapan Bernard dihadapan puluhan Wartawan hanya omong doang alias bual.

 

“Setelah peristiwa yang saya alami, menyusul lah peristiwa rekan kita juga, apa itu disebut Labuhanbatu Kondusif atau baik-baik saja?. Kalau tidak bisa mengungkapnya, saran saya lebih baik Kapolres mundur dari jabatannya,” pungkas Azhar.

 

Sementara itu Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr. Bernhard L Malau, SIK, MH melalui Kasi Humas AKP Parlando Napitupulu SH dikonfirmasi Wartawan melalui teleponnya mengatakan kalau perkara itu masih dilakukan penyelidikan.

 

 

“Masih dalam penyelidikan dua kasus itu, yang menanganinya diR reskrim, kalau ada perkembangan dalam kasus itu mereka akan beritahukan kekita dan akan kita sampaikan ke Rekan-rekan ya,” bilang Porlando.

 

Dari kedua peristiwa yang menimpa Wartawan Labuhanbatu itu masing-masing diperkirakan mengalami kerugian seperti Azhar Harahap Sebesar Rp 100 Juta sedangkan Junaidi Marpaung ditaksir mencapai Rp 500 Juta Rupiah.(Abi).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *