Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi.
INVOCAVIT.COM, MEDAN – Seorang dokter dari RS Bina Kasih berinisial HP dilaporkan anggota TNI dari Kodam I/BB ke Polda Sumut dalam dugaan mall praktek.
Yang mana, setelah dioperasi oleh oknum dokter itu, salah satu tangan anaknya tidak berfungsi normal.
Serka H Sitompul yang bertugas di Kodam I/BB mengatakan, oknum dokter itu diduga salah potong urat saraf pada tangan sebelah kanan anaknya RSS (6). Akibatnya tangan anaknya nyaris diamputasi ketika dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan.
“Itulah pak, kan saya disini sendiri, mungkin ada penyumbatan atau mungkin terpotong saya uratnya itu makanya kita rujuk ke rumah sakit Adam Malik. Kalau di Adam Malik kan lengkap dokternya,” kata Holmes menirukan ucapan dokter itu kepada wartawan, Senin.
Atas kejadian itu, aku Holmes Sitompul, oknum dokter itu sempat meminta agar persoalan ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum. Oknum dokter itu pun sempat menjanjikan akan memberi tangan palsu kepada anaknya jika jadi diamputasi.
“Minta mediasi jangan dikembangkan. Dia mengaku salah,” kata dia sambil menunjukkan surat laporan nomor STTLP/B/840/VII/SPKT/Polda Sumatera Utara tertanggal Sabtu 15 Juli 2023.
Agendakan pemeriksaan
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumatera Utara segera mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum dokter yang dilaporkan soal dugaan malpraktik tersebut.
“Penyidik akan mengagendakan pemeriksaan terhadap oknum dokter berinisial HP,” katanya.
Juru bicara Polda Sumut itu menyebutkan beberapa saksi telah dimintai keterangan. “Sudah ada saksi pelapor dimintai keterangan,” ujarnya, Rabu (26/7/2023).
Hadi juga tidak menyangkal kalau pihak rumah sakit Bina Kasih dimana tempat oknum dokter itu bekerja. “Tentu akan dimintai klarifikasi,” sambungnya.
Namun, Hadi belum mengetahui jadwal pemeriksaan dan klarifikasi dokter serta pihak RS Bina Kasih.(jos).
















Komentar