LSM TOPAN-RI Labuhanbatu Akan Surati Penegak Hukum Soal Proyek Marka Jalan & LPJU

Daerah247 Dilihat

Kantor dinas perhubungan Kabupaten Labuhanbatu.(dok)

Labuhanbatu, INVOCAVIT. COM: Terkait proyek Marka jalan dan aksesoris LPJU di Labuhanbatu yang diduga kondosinya tidak sesuai spek, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TOPAN-RI akan mengambil langkah hukum dengan cara malaporkan hal itu ke Aparat penegak Hukum.

Karena anggaran yang begitu fantastis yang menyerap APBD Labuhanbatu namun diduga tidak dinikmati oleh masyarakat.

Ketertutupan penanggung jawab di Dinas Perhubungan itu semakin menambah kecurigaan, karena hingga ia tak bisa menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan dimana.

“Kalau bersih kenapa harus risih jelaskan kepublik, apakah pekerjaan itu dilaksanakan atau tidak,” kata Janes Ritonga selaku Ketua LSM TOPAN-RI, Jum’at (6/3/2026).

Menurutnya, ketidak patuhan keterbukaan publik pejabat Dishub itu sebagaimana amanah Undang-undang nomor 14 tahun 2008 sangat disayangkan, padahal ini menyangkut uang negara dan hak publik untuk mengetahui ke mana dana itu digunakan.

Ia menegaskan, bahwa LSM TOPAN-RI akan segera melengkapi dokumen pendukung dan menyerahkan laporan resmi kepenegak hukum, sebagai upaya menegakkan hukum dan transparansi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

“Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini diusut tuntas. Ini bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat jika dana sebesar itu tidak dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembuatan Marka jalan di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara Tahun anggaran 2025 dan aksesoris Lampu jalan jadi pertanyaan.

Sebab, hingga kini Marka jalan masih terlihat yang lama diseputaran kota Rantauprapat sesuai pantauan Wartawan.

Selain itu, adanya aksesoris Lampu jalan dan lampu yang harusnya hidup dalam penerangan jalan terlihat lebih banyak yang mati dan tak terlihat aksesoris lampu jalan.

Dari beberapa sumber yang dirangkum Wartawan, anggaran tersebut berparisi seperti Marka jalan TA 2025 sebesar Rp 150 juta kemudian disusul dengan aksesoris sebesar Rp 400 Juta.

Tapi fakta kegiatan dari kucuran anggaran tersebut masih Dipertanyakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Said Harahap belum bersedia memberikan keterangan karena konfirmasi yang dilayangkan melalui via Watsp belum juga dibalas.(Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. Ping-balik: levothyroxine bnf
  2. Ping-balik: ivermectin creme
  3. Ping-balik: azithromycin 500 mg
  4. Ping-balik: sildenafil viagra
  5. Ping-balik: rifampicin
  6. Ping-balik: dexlansoprazole cheap