2 Kurir Sabu Dituntut 32 Tahun

Sabtu, 30 Juli 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Invocavit.Com- Nelayan asal Kabupaten Batubara Amran (45) dan seorang residivis perkara narkotika Sahrial Saragih, (47) dituntut Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Febrina Sebayang masing-masing 16 tahun penjara pada persidangan Pengadilan Negeri Medan, Kamis (28/7/2022). Kedua terdakwa ini ditengarai sebagai kurir 5 kg sabu yang dijemput dari tengah laut.

Selain itu, JPU dari Kejati Sumut itu Ā menuntut kedua terdakwa (berkas terpisah) membayar denda Ā Rp1 miliar subsider 6 bulan

Menurut JPU, kedua terdakwa dinilai telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana Pasal 114 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 Ayat (1) ke–1 KUHPidana.

Yakni tanpa hak secara melawan hukum menjadi perantara jual beli narkotika Golongan I jenis sabu seberat 5 Kg.

JPU Febrina mempertimbangkan hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam peredaran gelap narkotika. Keadaan meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya,” ujar Febrina.

Majelis hakim diketuai Dahlia Panjaitan pun melanjutkan persidangan pekan depan guna mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa

Sementara pada persidangan beberapa pekan lalu, kedua terdakwa mengaku mendapat iming-iming upah Rp10 juta per kilonya.

Namun Amran dan Sahrial Saragih baru menerima uang muka Rp30 juta. Menurut rencana, bila nantinya berhasil mengantar sabu tersebut ke orang yang tak dikenal, mereka akan memperoleh Rp50 juta lagi.

Febrina Sebayang dalam dakwaannya menguraikan, Sabtu (26/32022) lalu sekira pukul 15.00 WIB, tim dari Ditresnarkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat. Bahwa di Dusun IV, Desa Tanjung Mulia, Kabupaten Batubara tepatnya di kawasan perkebunan sawit akan dilakukan transaksi narkotika.

Keesokan harinya tim melakukan pengembangan dan langsung menyergap keduanya yang sedang berada di dalam rumah terdakwa Amran.

Saat diinterogasi, tim antinarkoba tersebut kemudian di arah ke areal perkebunan di belakang rumah Amran. Sabunya disimpan persis di bawah bangku salah satu pohon sawit.

Beberapa hari sebelum dibekuk petugas, Sahrial Saragih lewat sambungan telepon disuruh seseorang bernama Iyek untuk menjemput sabu di laut lepas yang berdekatan dengan Pulau Salah Nama dekat Kabupaten Batubara. (Pung)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sajam, Obor, dan Bensin Sudah Disiapkan?, Kuasa Hukum PT KAI:Ā  Penghuni Ancam Pertumpahan Darah
Dua Pengedar Narkoba Tanjung Tiram Ditangkap, Sita 111 Gram SabuĀ 
Kodaeral I Kerahkan Kal Viper dan Kal Telaga Tujuh Amankan Pengawalan Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamine
Ahli Hukum Pidana UI Tegaskan Pemerasan Harus Ada Unsur Pemaksaan, Kuasa Hukum BPT Pertanyakan Dugaan Rekayasa Kasus oleh Vinson Leocarlius
Driver Taksi Online Asal Marelan Dibunuh di Kisaran, Mayat Ditemukan Dalam Parit Perkebunan
Banjir Kembali Merendam Bonalumban Tapanuli Tengah
Minta Klarifikasi dan Bukti Transaksi, Paul J.J Tambunan Bantah Kesimpulan SepihakĀ  Dalam Somasi Dana Rp.11,35 Milyar
Korban Penggusuran Paksa PT KAI Melapor ke Polrestabes Medan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Sajam, Obor, dan Bensin Sudah Disiapkan?, Kuasa Hukum PT KAI:Ā  Penghuni Ancam Pertumpahan Darah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pengedar Narkoba Tanjung Tiram Ditangkap, Sita 111 Gram SabuĀ 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kodaeral I Kerahkan Kal Viper dan Kal Telaga Tujuh Amankan Pengawalan Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamine

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ahli Hukum Pidana UI Tegaskan Pemerasan Harus Ada Unsur Pemaksaan, Kuasa Hukum BPT Pertanyakan Dugaan Rekayasa Kasus oleh Vinson Leocarlius

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Driver Taksi Online Asal Marelan Dibunuh di Kisaran, Mayat Ditemukan Dalam Parit Perkebunan

Berita Terbaru