HIMMAH Sumut Desak Kapolri Copot Kombes Calvijn Simanjuntak, Tindakan Hanya Pencitraan

Demo HIMMAH Sumut di Mapoldasu mendesak Kapolri mencopot Kombes Calvijn Simanjuntak dari jabatan Kapolrestabes Medan, Senin (9/2).(ist).

Medan, INVOCAVIT.COM: Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara dan Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/2).

Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa itu mendesak agar Kapolri dan Kapolda Sumut untuk segera mencopot Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sebagai Kapolrestabes Medan.

Alasan pencopotan Kapolrestabed Medan karena HIMMAH menilai kinerjanya hanya sebatas pencitraan. Bahkan mereka menilai hukum yang diterapkan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak hanya berlaku bagi kalangan masyarakat kemah,”Hukum tumpul ke atas tajam ke bawah”.

“Kita hadir disini (Polda Sumut) bukan tanpa alasan. Kita hadir karena mencium aroma busuk dari ketidakadilan yang dipraktikkan oleh Kapolrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak,” ujar koordinator aksi, Cristio Djorgi Situmorang, saat menyampaikan aspirasinya.

Ia mengungkapkan, hukum di Kota Medan telah diputarbalikkan menjadi alat kekuasaan. Padahal, instrumen hukum seperti Pasal 28 UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 dengan tegas menjamin hak kita untuk bersuara.

“Namun kenyataannya transparansi hanya menjadi slogan kosong. Kami menilai kinerja Kapolrestabes Medan saat ini dipenuhi ketidaksungguhan dimana aduan masyarakat diabaikan, sementara oknum-oknum tertentu mendapat keistimewaan hukum,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cristio menerangkan bahwa Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak tidak transparan dalam penegakkan hukum. Seperti penindakan judi online yang bandarnya masih bebas berkeliaran. Kemudian pemberian lokasi sarang maksiat dan narkoba di tempat hiburan lama serta penggerebekan narkoba di kawasan Jermal 15 hanya sebatas pencitraan.

“Ada pejabat eks Camat Medan Maimun yang diduga merampok uang negara miliaran rupiah untuk bermain judi online. Tetapi tidak ada tindakan dari Kapolrestabes Medan dan tidak berlaku kepada pejabat. Tetapi kalau masyarakat bahwa yang bermain judi online langsung ditangkap,” terangnya seraya menyebutkan untuk penggerebekan kawasan Jermal 15 sampaikan sekarang ini bandar besarnya tidak pernah ditangkap.

“Hukum di Kota Medan tidak lebih dari sekadar “Pisau Dapur” tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak ternyata Polrestabes Medan telah berubah menjadi institusi yang penuh pencitraan tanpa nyali untuk menyentuh para penguasa dan bandar besar,” beber Cristio.

Usai menyampaikan orasinya, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara dan Kota Medan mendesak Kapolda Sumut segera merekomendasikan pencopotan terhadap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto.

“Mendesak Komisi III DPR RI memanggil Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dan menggelar rapat dengar pendapat karena banyaknya ketimpangan hukum yang terjadi di Kota Medan yang dapat merusak citra Polri di masyarakat. Medan darurat keadilan dan tegakkan supremasi hukum yang merata,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *