INVOCAVIT.COM, BINJAI- Sebuah gudang yang disebut-sebut milik Ali Opek dijadikan arena perjudian. Lokasinya berada di Jl.Binjai Km.18 seberang Taman Megawati.
Adapun jenis permainan yang disediakan antara lain Baccarat Internasional, Roulette Internasional, Samkwan/dadu putar, Kartu Tiga/Satio, slot dan lain-lain.
Kendati arena perjudian itu baru beberapa hari dibuka namun pemain sudah ramai. Bahkan, pada hari-hari tertentu, lokasi sangat ramai bak pasar malam.
Adapun pengelola bisnis perjudian itu disebut-sebut bernama Apheng dan Ai.
Menurut informasi, Apheng dan Ai pria turunan Tionghoa itu merupakan bagian dari pengelola perjudian Pasar VII Marelan, yang sudah tutup akibat digerebek aparat kepolisian.
“Baru beberapa hari buka bang tapi pemain sudah ramai. Omzetnya ratusan juta setiap malam,” kata seorang pria turunan yang sudah main dilokasi.
Pria beristri warga Binjai itu mengaku permainan yang paling digandrungi jenis judi dadu guncang tapi omzet terbanyak ada di Baccarat..
“Permainan paling ramai memang ada di dadu guncang. Namun omzet paling banyak di judi Baccarat sejenis kartu china. Taruhan judi Baccarat bisa mencapai ratusan juta perorang,” katanya.
Dalam satu hari, katanya, terjadi 3 sampai 4 putaran dan omzet perhari ratusan juta rupiah. “Arena judi itu buka mulai pagi hingga larut malam. Para pemain datang dari berbagai daerah yang umumnya pengusaha turunan Tionghoa,” sebutnya.
“Kalau masuk ke gudang dari pintu depan Jalan Binjai dan keluar dari pintu belakang. Kalau sepintas kenderaan yang masuk dikira hanya melintas saja karena tidak keluar dari pintu depan,” katanya.
Sama seperti di Pasar 7 Marelan dulu, kata sumber tersebut. Penjagaan melibatkan oknum petugas.
Diapun menduga aktivitas perjudian digudang berukuran sekitar 20 m x 20 meter itu bisa berjalan aman dan lancar karena oknum-oknum aparat keamanan sudah diatur.
“Jaman sekarang ini apalagi masih pak Panca Kapolda, manamungkin bisa berjalan kalau oknum-oknum di Polres Binjai dan Poldasu tidak diamankan,” ketusnya.
Demikian juga warga yang tinggal didekat arena perjudian berharap kepada Kapoldasu Irjen Panca Putra agar segera menutup permainan judi tersebut.
“Kami kwatir anak-anak dan suami kami ikut bermain judi. Kami mohon kepada pak Kapolda memerintahkan anggotanya menutup arena perjudian tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Hendrik Situmorang ketika dikonfirmasi soal arena perjudian tersebut tidak dapat dihubungi. Demikian juga Kanit Tipidum AKP Hotdiatur Purba juga tidak membalas WA.(jos).






