Kinerja Pemkab Labuhanbatu Tak Becus, Korekan Parit Selama 2 Minggu Dibiarkan

Daerah132 Dilihat

Hasil korekan parit mencapai 2 Minggu lamanya belum juga diangkut.(ist)

 

 

 

LABUHAN BATU, INVOCAVIT.COM – Kinerja Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang saat ini dipimpin penjabat Sementara (Pjs) Bupati Labuhanbatu Dr. Faisal Arif Nasution, M. Si dikritik warga. Pasalnya pengorekan parit dibeberapa di Kota Rantauprapat seperti dijalan Abdul Rahman Gatot Subroto sisa tanah dan bebatuan hasil pengorekan dibiarkan menumpuk dipinggir jalan.

Pembiaran itu sudah mencapai 2 Minggu lamanya, namun kini belum diangkat Pemkab Labuhanbatu.

Pengerjaan yang terkesan amburadul Akibatnya, jika hujan deras mengguyur Kota Rantauprapat, maka bekas galian tersebut masuk kembali ke dalam parit.

Selain itu, pantauan wartawan, Minggu (29/9/2024) bau busuk juga menyeruak tercium. Padahal, di kawasan tersebut banyak ditemukan lokasi kuliner, tempat ibadah dan sekolah.

Kemudian juga berimbas kepada kemacetan lalu lintas karena ruas jalan menyempit dan keindahan kota juga tercoreng.

 

Selain itu, jika musim kemarau tanah korekan dari parit menimbulkan abu dan jika hujan selain kembali tanah galian masuk ke parit juga menjadi becek.

Kepala inspektorat Ahlan Ritonga saat disampaikan wartawan atas keluhanan warga, berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada instansi terkait.

“Nanti aku sampaikan, boleh dikirim lokasi dan fotonya,” janji Ahlan.

Diberitakan sebelumnya, terkait Rantauprapat yang kerap dilanda banjir, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu akan segera memanggil instansi terkait atas persoalan banjir yang kerap melanda.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Arsad Rangkuti saat dimintai tanggapannya. Katanya, pemanggilan itu untuk mencari solusi untuk mengatasi banjir disejumlah titik banjir.

“Nanti akan kita undang instansi yang menangani persoalan itu, apa kendalanya, biar kita tahu mencari solusinya,” kata Arsad saat dihubungi wartawan, Kamis (26/9/2024).

Ia mengatakan, sesegera mungkin pihaknya akan memanggil instansi tersebut, agar masyarakat tidak merasakan lagi yang namanya terdampak banjir.

“Sabar ya, akan segera kita panggil,karena saat ini kita belum ada penetapan komisi,” sebut Arsad.(Abi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar