Terlihat dari foto didalam ruangan Aula Hotel Grand Singgie para pejabat di Pemko Tanjungbalai sedang mengikuti acara Musrembang.(Anafisham).
TANJUNGBALAI,INVOCAVIT.COM-Kata kata mubajir ini sangat pantas untuk Pemerintah Kota(Pemko) Tanjungbalai,pasalnya pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang)Rancana Kerja Perangkat Daerah(RKPD) Tahun 2025 dilaksanakan di Aula Hotel Gran Singgie Selasa(27/2) pagi.
Deretan mobil dinas roda empat yang terparkir, mulai mobil dinas Wali Kota,mobil,Sekda,Asiten I, II dan III,mobil para OPD,mobil Camat dan sepeda motor dinas dan yang lain tampat terparkir di depan Aula Hotel Grand Singgie hingga sampai kebadan jalan.
Kata mubajir untuk julukan Pemko Tanjungbalai ini, karena keadaan ekonomi masyarakat yang kian hari semakin memperhatikan.Keperhatian warga masyarakat saat ini,dikarenakan melambung tingginya sembilan bahan pokok.
Dengan sulitnya ekonomi saat ini, malah pihak Pemko Tanjungbalai menghambur hamburkan dana yang tidak pantas dilakukan dengan menyewa Hotel yang tidak sedikit nilainya.Padahal,di Kator Wali Kota cukup banyak ruangan untuk ditempati untuk acara, seperti ruang Aula Sutrisno,ruang Aula II dilantai atas.
Itu masih ruangan yang ada dikantor Wali Kota kata sumber.Belum lagi pasilitas kantor lainya.Banyak kok kantor kantor yang ada di Pemko ini yang bisa dipergunakan untuk acara.Heran kita melihat pemerintah Kota kita ini tidak memikirkan masyarakat yang terhimpit susahnya ekonomi, kata sumber.
Untuk apa dilakukan acara dengan menyewa Hotel yang tidak ada artinya,lebih bagus anggaran dananya itu diberikan kepada warga masyarat.Sama sama kita ketahui,anggaran dana untuk kegiatan dengan menyewa hotel itu masih tanda tanya.
Apakah anggaran dana untuk menyewa Hotel ada di APBD apa tidak.Sementara setiap ada acara kegiatan Pemko selalu saja dilaksankan di hotel.
Terpisah,sumber lain menyatakan, harusnya Pemko Tanjungbalai jangan terlalu mencolok segala macam kegiatan,apa lagi sitiap kegiatan dilaksanakan di hotel kan banyak tempat pelaksanaan kegiatan dilakukan di tempat lain dengan tidak menyewa hotel.
“Sekarang ini masyarakat sudah kritis dengan ketidak setabilnya ekonomi.Semuanya sudah mahal.Sementara Pemko Tanjungbalai selalu melakukan pemborosan.Saya selalu merasa miris kali melihat seperi ini,karena untuk menyewa hotel itu, termasuk uang kita juga,” kata sumber.(anja)






