Dari kanan, Jhonson Siburian (Sek panitia), Prof Rikson Siburian Ph.D (Ketua Panitia Paskah Paboras), St.Kokler Siburian SE (Ketua Paboras Kota Medan) dan wakilnya pada perayaan paskah Paboras Kota Medan di Pardede Hall, Minggu (7/5).(poto; Jos tambunan).
INVOCAVIT.COM, MEDAN – Perayaan Paskah Parsadaan Anak Boru Bere Siburian (Paboras) Kota Medan dan sekitarnya yang berlangsung di Pardede Hall Medan, Minggu (7/5) berjalan sukses.
Sedikitnya, 2.671 jiwa pomparan Paboras yang berasal dari 26 sektor dengan antusias meramaikan Perayaan Paskah. Tidak ketinggalan para tokoh Toga Raja Siburian juga hadir antara lain, Sopar Siburian SH.M.Kn, St Kokber Siburian SE selaku Ketua Paboras Kota Medan yang juga dalam kepanitiaan perayaan paskah ini bertindak sebagai pelindung.
Kemudian, RD Siburian SE, Ir M Simatupang, St Bengas Siburian, Dr Panigoran Siburian, Ir Pangondian Siburian, Drs Walduin Siburian, Harrison Siburian dan lain-lain.
Selain para tokoh Toga Raja Siburian, hadir juga tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga fungsionaris DPD Golkar Sumut Kombes Pol (purn) Dr. Maruli Siahaan SH.MH. Dalam kesempatan itu juga Paboras mendukung penuh dirinya maju menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumut I.
Ketua Panitia Paskah Paboras Kota Medan dan sekitarnya tahun 2023, Prof Rikson Siburian Ph.D mengatakan, ucapan terimakasih kepada keturunan Toga Raja Siburian yang tergabung dalam Paboras Kota Medan dan sekitarnya yang begitu antusias hadir meramaikan Paskah.
“Perayaan Paskah Paboras ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus atas berkatnya yang diberikan dan sekaligus memperingati betapa besar pengorbanan Yesus hingga mati dikayu salip untuk menebus dosa manusia,” katanya.
Dengan perayaan Paskah ini, sambung guru besar USU itu, keluarga besar Paboras (Parsadaan A nak-Boru-Bere Siburian) dapat merepleksikan diri penderitaan Yesus untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan sang juru slamat.
“Perayaan Paskah kali ini intinya bahwa Paboras diikat tali kasih. Yang mana panitia perayaan Paskah memberikan bantuan kepada 5 keluarga yang mana kedua orangtua mereka sudah tiada (yatim piatu),” ujarnya.
Prof Rikson Siburian Ph.D berpesan kepada generasi muda Paboras supaya kasih mengasihi, selalu menjalin dan menjaga tali silaturahmi. “Kerukunan Paboras yang selama ini sudah terjalin agar semakin ditingkatkan dan dipertahankan. Yang lemah dikuatkan yang kuat dan yang lemah agar mendoakan yang kuat untuk bisa selalu memberikan pertolongan,” pesannya.
Lewat perayaan Paskah ini, sambung Prof Rikson Siburian, generasi Paboras juga bermohon kepada Tuhan agar diberikan Tuhan posisi yang baik dinegara ini. “Harapan saya kiranya generasi Siburian maju dan bisa bergandengan tangan saling menguatkan satu dengan yang lain. Artinya, apa yang bis akita bantu sesuai dengan Tupoksi kita masing-masing, mari kita lakukan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Paboras Kota Medan St.Kokber Siburian SE mengucapkan apresiasi kepada panitia yang dalam waktu tidak lama melakukan persiapan namun hasilnya sangat bagus.
Dengan perayaan Paskah Paboras tahun ini, kiranya dapat saling membantu satu dengan yang lain. Demikian juga, agenda Paboras tetap dijalankan dengan memberikan tali kasih melalui bantuan sosial.
“Adapun program yang sudah dan akan dilakukan selain memberikan tali kasih, Paboras juga harus saling menguatkan dan mengunjungi dalam acara suka maupun duka karena Paboras adalah kumpulan marga yang diikat satu darah,” tegasnya.
Agenda berikutnya, tambah St.Kokber Siburian SE, bagaimana supaya generasi muda Paboras semakin maju dan semakin baik pertumbuhan ekonomi dan jabatan di pemerintahan.
Perayaan Paskah yang dikemas dalam suatu kebaktian yang dipandu liturgis Pdt Henry Warnek Siburian S.Th mengambil Thema: Sebab pemberitaan tentang salip memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah/Ai haotoon do hat ana taringot tu silang I di rohani angka nalaho mago: alai Hagogoon ni Debata do I di Hita nadapotan Haluaon (2 Korint 1 : 18).
Praeses HKBP Distrik X Medan- Aceh, Pdt Henri Napitupulu M.Th dalam kotbahnya dalam minggu Kantate, Nyanyikanlah Nyanyian baru bagi Tuhan yang direfleksikan bagaimana memaknai kematian dan kebangkitan Yesus.
“Tanpa iman, Pomparan Toga Raja Siburian tidak akan mampu memaknai apa arti salip. Hanya dengan iman dan kepercayaan kita kepada Kristus, semua kebesarannya akan dunia ini dapat kita mengerti,” terangnya.
Pdt.Henri Napitupulu M.Th yang mengaku bere dari marga Siburian mengajak Pomparan Toga Raja Siburian dimanapun berada memaknai Mazmur 133 “Sungguh alangkah baik bila yang bersaudara berkumpul memuji dan memuliakan nama Tuhan. Jika Paboras memaknai nats tersebut, keturunan Toga Raja Siburian akan semakin maju dan kuat. Kiranya Tuhan melimpahkan berkatnya bagi pomparan Raja Toga Siburian,” pungkasnya.(jos).






