Stafsus Mendagri Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang, Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Stafsus Mendagri Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H., M.Hum meninjau pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang, Sabtu (14/6).(ist)

Deli Serdang, INVOCAVIT.COM: Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Stafsus Mendagri) Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Al Hidayah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (13/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan perkebunan sekaligus hilirisasi agribisnis komoditas aren yang tengah dikembangkan di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Pesantren Al Hidayah merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah pembinaan Densus 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pesantren ini didirikan serta dipimpin oleh Ustadz Khairul Ghazali, yang kini aktif mendedikasikan dirinya sebagai Duta Damai dan penggerak program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif.

Di atas lahan seluas lima hektare, Pesantren Al Hidayah mengembangkan budidaya pohon aren secara terpadu. Seluruh area pesantren dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan komoditas yang dinilai memiliki potensi besar dalam menopang kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan energi berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pesantren Al Hidayah. Menurutnya, langkah yang diinisiasi Ustadz Khairul Ghazali menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Aren, Tanaman Strategis untuk Masa Depan Indonesia

Pemilihan pohon aren (Arenga pinnata) sebagai komoditas utama dinilai sangat tepat karena memiliki manfaat yang luas, baik dari sisi ekonomi, pangan, energi, maupun lingkungan.

Potensi Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi

Salah satu keunggulan utama aren terletak pada hasil niranya yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti gula aren cetak, gula semut, dan gula cair. Produk-produk tersebut semakin diminati karena memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan gula tebu serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.

Tak hanya itu, batang aren yang telah tua juga dapat menghasilkan pati berkualitas tinggi sebagai bahan baku berbagai produk pangan alternatif, seperti soun dan kerupuk. Sementara buah aren menghasilkan kolang-kaling yang selama ini memiliki nilai jual cukup tinggi di pasar.

Menjadi Sumber Energi Terbarukan

Selain berperan dalam sektor pangan, pohon aren juga memiliki prospek besar dalam mendukung ketahanan energi nasional. Nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol berkualitas tinggi yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati (BBN) untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Keunggulan lain dari aren adalah kemampuannya menghasilkan bahan baku bioetanol tanpa mengganggu kebutuhan pangan masyarakat. Berbeda dengan beberapa komoditas lain yang kerap memunculkan dilema antara penggunaan untuk konsumsi dan energi, aren mampu menjembatani kedua kebutuhan tersebut secara seimbang.

Menjaga Kelestarian Lingkungan

Dari sisi ekologis, pohon aren dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam sehingga efektif mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, serta meningkatkan kemampuan tanah menyimpan cadangan air. Karena itu, pengembangan perkebunan aren tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui kunjungan tersebut, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan berharap model pengembangan agribisnis aren yang diterapkan di Pesantren Al Hidayah dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia.

Program ini menunjukkan bahwa pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya mencetak generasi berakhlak dan berwawasan kebangsaan, tetapi juga menjadi lokomotif kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, serta pengembangan energi terbarukan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Masuk KetentuanĀ 
Tahun 2026 KPPU Kanwil I Terima 21 Laporan Dugaan Pelanggaran Persaingan UsahaĀ 
LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
Generali Indonesia Resmikan Wajah Baru Generali Center Medan, Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Nasabah
Bank Sumut Ekspansi Layanan Pembayaran PBB Kota Batam
Menteri UMKM Tambah Kuota KUR Bank Sumut Jadi Rp2 Triliun Dorong Peningkatan Modal Usaha SumutĀ 
Bank Sumut Hadirkan Smartcash, Pembayaran Non Tunai BRT Mebidang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Masuk KetentuanĀ 

Selasa, 29 September 2026 - 23:24 WIB

Tahun 2026 KPPU Kanwil I Terima 21 Laporan Dugaan Pelanggaran Persaingan UsahaĀ 

Minggu, 27 September 2026 - 13:55 WIB

LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas

Rabu, 23 September 2026 - 19:33 WIB

Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah

Rabu, 16 September 2026 - 21:06 WIB

Generali Indonesia Resmikan Wajah Baru Generali Center Medan, Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Nasabah

Berita Terbaru