7 Tahun Hidup Tanpa Jaringan Listrik, Pemkab Asahan Tak Perduli

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Tiang listrik dimanfaatkan warga untuk menyambung aliran listrik ke rumah-rumah warga secara bergantian (ist).

TANJUNGBALAI, INVOCAVIT. COM: Sebanyak 20 kepala keluarga di Dusun 8 Sei Kepayang Kiri, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan sudah tujuh tahun hidup tanpa akses jaringan listrik.

Warga terpaksa bergantung pada tiga buah meteran listrik yang disambungkan secara bergantian dari rumah ke rumah, bahkan dengan kondisi kabel yang sudah luka dan jatuh ke tanah yang berpotensi membahayakan.

Kepala Dusun mengungkapkan kekesalan karena survei berulang telah dilakukan namun tidak ada tindakan nyata, sementara pihak PLN menyatakan akan segera menangani permasalahan ini.

Dalam temu bicara dengan wartawan di kantor desa pada hari Rabu (8/7/2026), Kepala Dusun 8 Nirwan Sinaga mengungkapkan kondisi yang sudah berlangsung lama di wilayahnya.

“Sudah tujuh tahun warganya tidak mendapat jaringan listrik, hanya menumpang dari tiga meteran yang ditempel di sebuah pondok yang dibangun warga sendiri,” jelasnya dengan nada khawatir.

Setiap meteran listrik digunakan beberapa rumah tangga, dengan kabel yang dipasang secara seadanya oleh warga sendiri. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena sebagian kabel dari PLN sudah mengalami kerusakan, bahkan ada yang jatuh ke tanah dan terendam air di parit sekitar lokasi.

“Ini sangat membahayakan warga sekitar, terutama anak-anak yang mungkin tidak menyadari bahaya dari kabel yang bocor atau terendam air,” tambah Nirwan.

Menurutnya, tim survei dari PLN Tanjungbalai Asahan telah beberapa kali datang untuk melihat lokasi. “Tapi sampai sekarang, infrastruktur seperti tiang dan jaringan listrik resmi belum pernah terpasang sama sekali,” ujarnya dengan rasa kecewa.

Nirwan tidak menyembunyikan rasa kekesalan terhadap keterlambatan penanganan masalah ini. “Di desa ini terdapat 20 kepala keluarga dengan hanya 3 meteran bersama. Sementara itu, pihak pemerintah Asahan dan PLN sampai tujuh tahun ini tutup mata, mungkin mereka senang melihat kami kegelapan,” ucapnya dengan nada penuh emosi.

Kekurangan akses listrik tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga menghambat perkembangan ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut.

Banyak anak sulit belajar malam hari, sementara usaha kecil yang berpotensi berkembang juga terhambat karena tidak ada pasokan listrik yang stabil dan aman.

Saat dikonfirmasi wartawan, Manajer PLN ULP Kota Tanjungbalai Markus Manurung memberikan tanggapan yang positif terkait permasalahan ini. “Baik bang, makasih infonya, segera kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat.

Meskipun belum diberikan rincian mengenai jadwal tindakan atau langkah spesifik yang akan diambil, tanggapan dari pihak PLN memberikan harapan bagi warga Dusun 8.

Wartawan juga mencoba untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak pemerintah Kabupaten Asahan terkait dukungan yang akan diberikan untuk pemasangan jaringan listrik di wilayah tersebut, namun hingga saat berita ini diturunkan belum dapat menghubungi pihak terkait.

Warga Dusun 8 berharap bahwa tanggapan dari PLN dapat segera diwujudkan dalam tindakan nyata. Mereka tidak hanya menginginkan pasokan listrik yang stabil, tetapi juga sistem yang aman dan sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak ada lagi risiko bahaya bagi keluarga mereka.

“Kita tidak menginginkan bantuan sementara, tapi infrastruktur listrik yang resmi dan aman. Dengan demikian, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan mendukung perkembangan wilayah ini,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.(anja).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Tapteng Tangkap Dua Pengedar Sabu di Sarudik
Ketua PA Stabat Ikuti PKPSN 2026 di Brunei, Bahas Transformasi Digital Peradilan Syariah
Kepedulian Tak Mengenal Batas dan Ruang, Maruli Siahaan Kunjungan Sosial Ke Serdang Bedagai 
Polisi Tangkap Petani Ganja di Simpang Raya Dasma Simalungun
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Shabu, Pria Setengah Abad Diamankan
Resahkan Warga, Pengedar Sabu di Tanjungbalai Diciduk Sat Narkoba Polres Tanjungbalai 
Bawa Sabu 22,58 Gram, Seorang Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Tanjungbalai
Polsek Tanjung Balai Selatan Sosialisasi Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Sekolah-Sekolah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Polres Tapteng Tangkap Dua Pengedar Sabu di Sarudik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Ketua PA Stabat Ikuti PKPSN 2026 di Brunei, Bahas Transformasi Digital Peradilan Syariah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Kepedulian Tak Mengenal Batas dan Ruang, Maruli Siahaan Kunjungan Sosial Ke Serdang Bedagai 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Polisi Tangkap Petani Ganja di Simpang Raya Dasma Simalungun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Shabu, Pria Setengah Abad Diamankan

Berita Terbaru

Daerah

Polres Tapteng Tangkap Dua Pengedar Sabu di Sarudik

Jumat, 9 Okt 2026 - 21:14 WIB