Korban Sugiatmo (pakai topi dan jaket hitam) menjelaskan kronologis kejadian kepada tim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak di TKP saat Rekonstruksi.(ist).
INVOCAVIT.COM, MEDAN –
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda memerintahkan anggotanya untuk segera mengungkap kasus perampokan yang dialami Wakil ketua Bidang Pendidikan PWI Sumut, Sugiatmo, SAg.
Menindaklanjuti perintah itu, tim Jahtanras Polrestabes Medan bersama unit Reskrim Polsek Patumbak turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) melakukan rekonstruksi di Jalan Sisingamangaraja samping Fly Over Amplas, Kamis (13/4) dinihari.
Rekonstruksi itu dipimpin Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago. Korban, Sugiatmo juga ikut menjelaskan posisi dan duduk perkaranya.
“Ya benar, tadi pagi kita lakukan rekonstruksi kasus perampokan terhadap korban Sugiatmo di Tempat Kejadiaan Perkara (TKP),”kata Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago kepada wartawan, Kamis (13/4).
Perwira berpangkat satu melati emas itu menyebut, penyidik mengadakan rekonstruksi ini untuk memastikan tindak pidana yang telah terjadi agar mendapatkan gambaran jelas mengenai terjadinya tindak pidana tersebut.
“Hal ini tentu adanya atensi dari pimpinan agar kasus tersebut segera terungkap,” sebut dia.
Iapun memastikan, saat ini team sedang bekerja melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
“Doakan semoga kita segara ungkap kasus perampokan ini,”pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut), Sugiatmo, dibegal empat pria tak dikenal, Rabu (12/4) di dekat play over Jalan SM Raja Medan, pukul 03.00 dinihari.
Para penjahat jalanan itu mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam jenis arit.
Kronologis kejadian itu saat korban akan pulang ke rumah di Bandar Setia, Tembung sepulang dari Pasar Induk Lau Cih Padangbulan Medan. Setibanya di kawasan play over Jalan SM Raja menuju Terminal Amplas dipepet dua mengendara sepeda motor dari arah belakang.
Salah satu penjahat yang duduk di boncengan mengacungkan arit memaksa korban berhenti. Setelah berhenti pelaku yang berada di motor lainnya mengambil paksa sepeda motor korban jenis Honda Vario BK 5839 AIV.
Korban berusaha mempertahankan motor dengan mempertahankan kunci kontak sehingga terjadi saling tarik. Namun bagian gantungan kunci kontak motor terlepas dan kunci berhasil dikuasai pelaku.
Selain itu pelaku yang memegang arit mengancam korban dengan menghunuskan arit ke arah korban. Perlawanan tidak seimbang akhirnya korban lari dari ancaman para pelaku sambil berteriak minta tolong.
Kawanan begal yang masih berperawakan belia itu akhirnya berhasil menguasai sepeda motor korban dengan tancap gas ke arah terminal Amplas.
Sekitar 30 menit setelah kejadian, lewat rombongan patroli Sabhara Poldasu mengendarai motor. Kemudian korban diarahkan untuk melapor ke Polsek Patumbak.
Peristiwa sudah dilaporkan ke Polsek Patumbak dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/281/IV/2023.
Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik turut prihatin atas peristiwa yang menimpa pengurus PWI Sumut.
Menurut Farianda, peristiwa ini tergolong sadis karena pelaku memakai senjata tajam. Karenanya dia meminta agar Kapolda Sumatera Utara menurunkan personelnya untuk mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku.(jos).






