“BPBD Medan memastikan dalam kondisi siap siaga penuh untuk mengantisipasi potensi-potensi di Kota Medan,” ujar Yunita Sari, Senin (12/10).
Ia mengatakan puncak musim hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Oktober hingga November 2026 tersebut menjadi pembahasan pemerintah kota setempat untuk ditangani.
Yunita mengatakan pemerintah kota setempat telah melakukan berbagai upaya, termasuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
Pihaknya juga telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang melibatkan puluhan personel dengan peralatan yang dibutuhkan.
“Sarana dan prasarana penunjang sudah disiagakan dalam kondisi prima untuk langsung diterjunkan jika terjadi darurat bencana,” kata dia.
Nantinya, kata dia, armada dan peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda pengungsian, kendaraan operasional yang dapat menembus lokasi bencana, serta melengkapi alat komunikasi khusus juga disiagakan.
“Kita juga terus meningkatkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran kecamatan, kelurahan, hingga stakeholder (pemangku kepentingan) terkait,” kata dia.
Selain kesiapan fisik di lapangan, BPBD Kota Medan juga gencar melakukan sosialisasi sebagai langkah pencegahan termasuk dilokasi-lokasi rawan bencana.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu tersumbatnya drainase, meningkatkan kewaspadaan dengan saling mengingatkan antar-tetangga, terutama bagi warga yang bermukim di pinggiran daerah aliran sungai (DAS), selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.
“Apabila debit air mulai naik, warga diimbau agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman dengan membawa dokumen penting serta perlengkapan darurat,” ujarnya.(ant).

















