Jenazah Adi Putra Ndruru tahanan polres Belawan yang berupaya kabur tiba di rumah duka dan keluarga menerima kematian korban serta meminta tidak dilakukan otopsi.(ist).
INVOCAVIT COM, BELAWAN – Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon melalui Plh Kasi Humas Hamzar Nodi membenarkan adanya tahanan mereka yang tewas atas nama Adi Putra Ndruru. Rabu dinihari (5/4) pukul 00: 52 WIB.
“Benar, ada tahanan kita yang tewas. Awalnya tahanan atas nama Adi Putra Ndruru itu mau diserahkan ke JPU karena berkasnya sudah tahap II (lengkap), lalu sebagai syarat tahanan itu harus dilakukan cek kesehatan di Puskesmas, ” kata Kasi Humas Polres tersebut.
Saat dalam perjalanan, sambung Kasi Humas, tepatnya di depan SPBU situasi lalin macet dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh tahanan itu dengan menendang pintu samping mobil dan saat pintu terbuka tahanan itu langsung melarikan diri dengan kondisi tangan masih di borgol.
“Pelarian tahanan itu kerumah orang tuanya karena tempat TKP pelarian tidak jauh dari rumahnya dijalan Pelabuhan Raya, personil kita segera mengejar namun kecepatan lari tahanan lebih cepat sehingga personil ketinggalan jejak,” ungkapnya lebih lanjut.
Personil kemudian melaporkan kepimpinan, lalu pimpinan memerintahkan semua jajaran melakukan pengejaran, sehingga semua personil mengepung daerah pelarian tahanan dan selanjutnya personil merasa curiga terhadap salah satu rumah kosong yang kedengaran ada riak air didalam rumah, berdasarkan hal tersebut lalu personil membuka rumah tersebut dan masuk kedalam rumah tiba-tiba tahanan langsung naik ke atap rumah dan melompat ke atap rumah sebelahnya namun lompatan gagal sehingga tahanan terpental dinding rumah warga tepatnya di kaca jendela sehingga kaca menyayat dada korban dan mengalami tulang dada patah.
“Walau dalam kondisi terluka, tahanan itu tetap melanjutkan pelarian dari belakang rumah warga yang sempit dan dipagari dengan seng, dan pada saat kita cek TKP seng-seng tersebut dilumuri darah, sementara personil hanya mengepung, hingga tahanan terjatuh akibat darah banyak yang keluar dan selanjutnya personil mendatangi tahanan dengan posisi dada luka lebar dan sangat banyak mengeluarkan darah, lanjut dibawa kerumah sakit angkatan laut agar dilakukan tindakan medis, namun pada saat persiapan tindakan medis tahanan tidak sadar lagi dan dinyatakan meninggal”. Ungkap
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon melalui Plh Kasi Humas Hamzar Nodi.
Tahanan selanjutnya di bawa kerumah sakit brimob dan dipanggil keluarga untuk menyaksikan langsung kondisi tahanan dan didampingi oleh Kapolres setelah keluarga melakukan cek seluruh tubuh maka keluarga bermohon tidak dilakukan otopsi karena benar peristiwa ini adalah kecelakaan tunggal yang di buat oleh tahanan. Pungkasnya.***






