Kawasan CBD Polonia, Medan. (Foto : Istimewa).
MEDAN, INVOCAVIT.COM – Sejumlah lokasi di Kompleks CBD (Central Business District)
Polonia, Medan, diduga menjadi kantor pengendali judi daring.
Perjudian secara online itu sudah beberapa bulan beroperasi. Saban hari menghasilkan duit hingga perbulan diperkirakan milyaran rupiah.
Untuk mengelabui kecurigaan petugas, para karyawan sengaja mengenakan jas. Lokasi yang diduga permainan judi yang juga ditengarai sebagai kantor bos besar perjudian itu dijaga sejumlah pria secara aplosan berbadan tegap.
Dari informasi yang diperoleh, lokasi perjudian itu berkantor di Jalan Padang Golf, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Seorang pria berinisial G (26), sumber menyebut, kantor judi slot itu sudah beroperasi lebih 6 bulan, dengan omset miliaran rupiah saban bulan.
Menurutnya, kantor judi daring itu mempekerjakan seratusan karyawan. Bekerja dari sejumlah lokasi rahasia di Kompleks CBD Polonia, mereka bertugas sebagai marketing atau mencari member alias pemain judi online.
“Jadi mereka ambil 2 gedung bersebelahan. Lantai 1 sama lantai 2 dijadikan tempat kerja, sedangkan lantai 3 dijadikan tempat tinggal para pekerja dari luar kota, dan lantai 4 (rooftop) dijadikan tempat istirahat pekerja,” kata G, ditemui di kawasan pusat bisnis itu, Rabu (1/5/2024).
Menurutnya, para pekerja itu tidak dibolehkan keluar Kompleks CBD sampai waktu jam pulang.
“Mereka bekerja dari jam 12:00 hingga 22.00. Jadi kalau mau makan atau membeli rokok, bosnya sudah menyediakan pekerja yang bertugas menjual rokok dan makanan di dalam gedungnya,” katanya lagi.
Masih kata G, para pekerja itu bekerja dengan menggunakan jas. Tampilan khas itu sengaja dirancang agar para karyawan itu tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar Kompleks CBD.
“Mereka semua bekerja dengan menggunakan jas. Jadi nanti parkir di lantai 2 milik Kompleks CBD baru mereka jalan sekitar 100 meter ke gedung itu sehingga aktivitas di luar gedung pun terlihat sedikit,” tandas G. Kebenaran dari indikasi temuan kantor judi online ini masih terus ditelusuri wartawan.(jos)






