Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.(dok).
Medan, INVOCAVIT.COM: Polri setiap tahun selalu melakukan penerimaan anggota baik Bintara, Sumber Sarjana dan Akademi Kepolisian (Akpol) termasuk di Polda Sumatera Utara (Sumut) sendiri.
Namun dari amatan wartawan khusus di Polda Sumut sendiri terkesan ada ketertutupan dari pimpinan Polda Sumut untuk memberikan informasi secara transparan. Padahal setiap akan melakukan penerimaan anggota Polri, selalu dilakukan Fakta Integritas dengan motto BETAH (Bersih Transparan Akuntabel dan Humanis). Fakta Integritas itu selalu dipimpin Kapolda Sumut namun di tahun 2026 ini dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan pada 1 April 2026.
Penerimaan dan pendaftaran anggota kepolisian untuk Akpol, Bintara dan Tamtama telah resmi dibuka mulai 9 hingga 30 Maret 2026 melalui situs penerimaan.polri.go.id.
Biro SDM punya wewenang menangani seleksi penerimaan anggota Polri. Untuk Polda Sumut sendiri, Karo SDM adalah Kombes Philemon Ginting, terkesan sangat tertutup mengenai jumlah rekrutmen penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026.
Karo SDM Polda Sumut, Kombes Pol Philemon Ginting, saat dikonfirmasi kemarin mengenai berapa jumlah Kuota dan kriteria calon yang akan diterima dalam pendaftaran anggota Polri itu pun tidak memberikan merespon.
Ketertutupan informasi kepada wartawan memang setiap tahun terjadi. Padahal masyarakat sangat ingin tahu sistim penerimaan anggota Polri dan berapa jumlah kuota yang akan diterima.
Sementara berdasarkan pantauan, para peserta calon anggota Polri telah mendatangi Mapolda Sumut untuk menyaksikan penandatanganan fakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026.
Adakah ketidak jujuran atau permainan dalam penerimaan anggota Polri di Polda Sumut?. Menurut informasi yang beredar untuk masuk Bintara dibandrol ratusan juta rupiah dan permainan sering terjadi dipertengahan test hingga pantokhir. (jos)






