Lagi, Kinerja Bidang Transportasi PB PON XXI/2024 Dicap Jelek, Pertandingan Bulutangkis Tertunda

Olahraga95 Dilihat

Mimi Irawabn
MEDAN, INVOCAVIT.COM – Setelah atlet Crisket menyoroti buruknya kinerja tim tranpsortasi yang terlambat melakukan penjemputan hingga akhirnya mereka mengalami nasip kurang beruntung, kini Kinerja bidang transportasi mendapat kecaman dari atlet bulutangkis.
Akibat buruknya pelayanan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) bidang transportasi menyebabkan pertandingan hari kedua cabor bulutangkis PON XXI/2024 yang digelar di GOR Jalan Bulutangkis Medan Estate, Sumut, Senin (9/9/2024), harus tertunda hingga setengah jam lebih. 
 

“Tertundanya pertandingan karena tim transportasi telat menjemput dewan hakim dan wasit yang akan bertugas dari tempat penginapan di De Prima Jalan Gelas Sei Putih Tengah, Medan Petisah,” kata Technical Delegate Bulutangkis Mimi Irawan. 
 
Buruknya kinerja tim transportasi juga menyebabkan Tim Criket Sumut tidak dijemput padahal mereka harus melakoni pertandingan. “Sesuai jadwal pertandingan bulutangkis dimulai pukul 10.00 WIB. Seyogianya dewan hakim dan wasit sudah tiba di lokasi pertandingan pukul 09.00 WIB untuk persiapan. Namun angkutan atau bus dari panitia baru menjemput pukul 09.42 WIB dan tiba di GOR pukul 10.25 WIB,” jelas Mimi kecewa. 
Mimi mengaku keterlambatan membuatnya sempat melaporkan ke KONI Pusat. Ia pun meminta maaf kepada official peserta, sebab mulai pukul 09.30 para pemain sudah tiba di lapangan. “Untungnya briefing untuk pertandingan sudah dilakukan di penginapan. Sehingga sesaat setelah mereka tiba, pertandingan dimulai pukul 10.35 WIB,” jelasnya. 
 
Kepada PB PON, Mimi meminta agar masalah trasportasi ini mendapat perhatian, apalagi jadwal pertandingan bulutangkis berlangsung hingga 19 September 2024. 
 
Dijelaskan, pada pertemuan-pertemuan awal sesungguhnya perangkat pertandingan bulutangkis akomodasinya ditempatnya tidak jauh dari lokasi pertandingan (kawasan Jalan Merak Jingga). Namun akhirnya berubah ke De Prima Apartemen Jalan Gelas yang jaraknya lebih jauh. Apalagi perjalanan ke lokasi pertandingan dan sebaliknya, tidak dikawal foreder kepolisian. 
 
“Kita sesungguhnya sudah membantu dan memudahkan Bidang Transportasi. Artinya, wasit dan dewan hakim dijemput pagi dan diantar kembali ke penginapan malam. Tapi baru hari kedua, sudah terjadi seperti begini,” tegasnya.

 

Mimi menilai, PBSI Sumut bersyukur sudah punya gedung sendiri. “Kalau belum ada gedung, sulit membayangkannya,” sebut wanita kelahiran Sibolga Tapanuli Tengah ini mengakhiri keterangan.

 

Pertandingan bulutangkis Senin kemarin masih mempertandingkan penyisihan grup beregu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *