Tersangka sedang menjalani pemeriksaan.(Ist)
TANJUNGBALAI,INVOCAVIT. COM-Seorang pria lanjut usia berinisial KH (60) warga Tanjungbalai, nekat melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri, Rahmat Rahim. Aksi nekat ini dipicu oleh sakit hati karena korban sering mengejek pelaku dengan sebutan “pincang, monyet”. Akibatnya, korban mengalami luka robek di kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan H.O.S Cokroaminoto, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai. Pelaku yang sudah geram dengan ejekan korban, kemudian memukul korban dengan sebatang besi ke bagian kepala dan pinggang.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana perkataan atau ejekan yang merendahkan dapat memicu tindakan kekerasan. Motif sakit hati dan dendam menjadi pemicu utama dalam kasus penganiayaan ini. Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti hati orang lain.
Anggota Polri Sabhara bernama Thomas Nasution yang sedang berpatroli di sekitar lokasi kejadian, langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres Tanjungbalai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebatang besi yang digunakan pelaku untuk memukul korban, serta pakaian korban yang berlumuran darah.
Kasus penganiayaan ini menjadi perhatian serius bagi Polres Tanjungbalai. Pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap kasus ini untuk mengetahui secara pasti motif dan kronologi kejadian. Selain itu, polisi juga akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik.
Kapolres Tanjungbalai melalui Kasi Humas IPDA. M Ruslan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Jika terjadi permasalahan, sebaiknya diselesaikan secara musyawarah dan tidak main hakim sendiri. Pihaknya juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masing-masing.
Masyarakat berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan. Selain itu, masyarakat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Kasus penganiayaan ini menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama, serta menghindari perkataan dan tindakan yang dapat memicu konflik.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kami berharap agar pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi kejadian.
Polres Tanjungbalai akan terus berupaya untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukumnya. Pihaknya juga akan menindak tegas segala bentuk tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.(anja)













Apply now and receive dedicated support for affiliates!
i enjoy reading your article, such a great piece, keep up the good work, webdesign freelancer deutschland is the best webdesign freelacing service in Germany, you can check it out. Thank you