Personel KRI Karotang 872 sedang mengamankan satu unit Kapal Motor yang membawa PMI dan hewan Satwares yang dilindungi.(Anafisham).
TJG BALAI, INVOCAVIT.COM – KRI Karotang-872 yang merupakan Unsur BKO Guspurla Koarmada I berhasil laksanakan pemeriksaan dan penangkapan terhadap sebuah kapal Tanpa Nama yang mencurigakan pada Minggu (02/3) sekitar pukul 03.00. dinihari di posisi 03° 15.634′ U – 100° 12.830′ T di Perairan Selat Malaka, 24 NM dari perbatasan Perairan Indonesia – Malaysia.
Keterangan dihimpun Medan pos melalui Danguspurla Koarmada I Laksmana Pertama TNI AL M.Taufik M.MDS, menjelaskan,awal hasil pemeriksaan KRI Karotang -872 terhadap Kapal Tanpa Nama tersebut membawa PMI non prosedural dan menyelundupkan beberapa satwa Langka yang dilindungi.
Kapal tanpa nama yang diketahui terdiri dari 4 orang anak buah kapal (ABK) WNI dengan nakhoda berinisial S, serta 12 penumpang, terdiri dari 10 WNI dan 2 WNA asal Bangladesh yang diduga kuat akan diselundupkan ke Malaysia.
Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Tanjung Balai Asahan menuju Malaysia. Dalam pemeriksaan, ditemukan bahwa kapal tersebut membawa satwa-satwa Langka yang dilindungi, yakni Musang sebanyak 4 ekor, Monyet 3 ekor, Siamang 12 ekor, dan Kuskus 7 ekor.
Satwa-satwa tersebut diduga akan diselundupkan ke Malaysia, sebuah tindakan ilegal yang dapat merusak ekosistem dan melanggar peraturan perlindungan satwa di kedua negara.
Sebagai tindak lanjut, seluruh penumpang beserta barang bukti telah diserahkan ke Lanal Tanjung Balai Asahan untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan guna mengungkap jaringan penyelundupan satwa yang melibatkan kedua negara.
Danguspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI M. Taufik M.MDS menyatakan bahwa Operasi ini merupakan bagian dari upaya tegas dari Guspurla Koarmada I dalam menjalankan perintah pimpinan TNI AL untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, serta melindungi kekayaan alam dan satwa yang dilindungi dari tindakan ilegal.(anja).






