Kapolsek Kualuh Hulu AKP Nelson Silalahi.(ist).
LABUHANBATU, INVOCAVIT.COM – Setelah Diberitakan Kapolda Sumatera Utara diminta agar segera mencopot Kapolsek Kualuh.AKP Nelson Silalahi mengerimi beberapa ling berita ke Wastap Wartawan atas keberhasilannya dalam menumpas Narkoba.
Bahkan,adanya ling pemberitaan yang dikirimkan bahwa lokasi di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan-kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Milik H dan U sudah tidak dijadikan tempat Narkoba melainkan tempat olahraga berupa biliard.
Dalam pengiriman yang di Lakukan Kapolsek,Invocavit menanggapinya.
Ini pembicaraan Wartawan dengan Kapolsek setelah dikirimnya berupa ling berita kewatsp wartawan.
Saran saya pak,jangan hanya mengandalkan katanya katanya tapi cobalah langsung turun kelokasi tersebut agar tau kondisi yg sebenarnya memang itu betul ada biliaadr dilokasi itu,karena saya 2 hari yang lalu sebanyak tiga orang langsung ke TKP,padahal saya dari Rantauprapat loh pak saran kembali agar tidak menjadi fitnah kiranya tidak ada cipkon saya tidak mengatakan bapak karena jajaran anggota BPK ada juga agar lokasi saat didatangi dibuat modus dengan cara dikondisikan soal penyelidikan saya rasa bapak tak lah perlu diajari karena saya yakin pangkat 3 balok dipundak itu pastinya sudah banyak makan Garam (Bahasa kiasan) atau lainnya,tks pak Horas…Abi Pasaribu sekali lagi tks lingnya pak,utk menambah berita selanjutnya.
Selanjutnya,Kemudian dipemberitaan itu hanya satu titik yang saya ceritakan dijudul saya bilang marak karena saya langsung yg melihat SAYA PUN YAKIN BAPAK pasti tidak mengetahui titik yang lain Maaf y pk hanya saran saya,” tulis wartawan.
Sementara itu, jawaban Kapolsek,Ikut saja bapak bersama dengan saya melakukan penangkapan agar tidak fitnah mari sama sama kita berantas narkoba dan ungkap pelaku berdasarkan 2 alat bukti yang sah agar tidak fitnah.
Kapan bapak, bersedia dan tunjukkan tempatnya kabari saya.Mhn maaf pak, kiranya data pribadi saya tanpa izin jangan dijadikan konsumsi umum sbb ada UU Perlindungan data.Silahkan Pak mari kita sama sama berantas narkoba dan uji nyali saya.trims atas dukungannya,”Jawab Kapolsek.
Sambung Wartawan,Hehehe…klasik pak jawabannya soal data pribadi betul adanya UU perlindungan data tapi bagaimana dengan UU yang saya amanahi 40 THN 1999,” balas wartawan.
Diberitakan sebelumnya,Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pilar Advokasi Rakyat Sumut mendesak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi untuk mencopot Jabatan Kapolsek Kualuh Hulu,Polres Labuhanbatu AKP Nelson Silalahi.Karena beliau diduga melakukan pembiaran atas maraknya narkoba yang terjadi di Wilayah Hukumnya (Wilkum).
“Copot Kapolsek Kualuh Hulu,dugaan maraknya narkoba diwilkumnya menandakan adanya pembiaran,”Kata Ketua Pilar Advokasi Rakyat Sumut Irwansyah Ritonga,SH,Kamis (9/5/2024) saat diminta tanggapannya.
Katanya,sebagai Kapolsek,tentunya ia memiliki kewenangan memerintahkan anggotanya untuk memberantas narkoba.Namun jika maraknya narkoba diwilkumnya diduga kuat adanya pembiaran yang dilakukan.
“Tidak mungkin tidak tahu apa yang terjadi di Wilkumnya,apalagi bandar sabu itu sudah mencapai tahunan mengoperasikan bisnis haramnya,anehlah jika tidak diberantas,” bilang Iwan.
Dikatakannya,jika peredaran narkoba itu juga tidak diberantas,melalui lembaga bantuan hukum yang saya pimpin akan segera melayangkan surat pada Kapolda Sumut bila perlu sampai Kapolri atas maraknya narkoba itu.
“Narkoba ini musuh bersama, siapapun itu.Pastinya dari LBH kita merasa terpanggil atas peredaran narkoba yang cukup memperihatinkan di Wilkum tersebut,”Sebut Lulusan Universitas Nomensen Medan ini.
Menurutnya,Kondisi itu tidak bisa dibiarkan, karena sudah meresahkan masyarakat dan mengancam nasib anak bangsa.
“Harus dilakukan tindakan tegas secara dini, sehingga tidak menyebar ke anak-anak bangsa. Sekali lagi diminta agar aparat melakukan koordinasi dan membentuk tim gabungan,” sebut Iwan.
Apalagi,Sejak menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Agung Setya Narkoba merupakan prioritas utamanya.
“Kalau pimpinannya saja Narkoba diprioritaskan harusnya bawahan begitu juga,jika bertentangan harusnya dicopot saja,” tegas Iwan.
Untuk diketahui,peredaran Narkoba jenis sabu di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Kualuh Hulu,Polres Labuhanbatu semangkin mengganas.Tak pandang usia dari yang muda hingga tua peredaran bisnis haram itu berjalan dengan mulus seperti tak adanya larangan hukum.
Melalui investigasi yang di Lakukan Invocavit.com,Selasa (7/5/2024) ada beberapa titik yang bebas terlihat seperti kebal hukum.Bahkan penjualan yang di Lakukan Bandar Besar itu berdekatan dengan mukim penduduk.
Seperti Big Bos disebut-sebut Berinisial H dan U yang lokasinya dilingkungan Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan-kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Menurut informasi dihimpun Wartawan bahwa H dan U ini sudah mencapai puluhan tahun menjalankan bisnis haramnya dilokasi tersebut.Bahkan disebut-sebut putaran perharinya mencapai 2 kilogram perhari sabu yang terjual.
Rata-rata para konsumen H dan U yang diperankan oleh anak mainnya di lapangan menjual pada pekerja pendodos sawit yang setiap harinya membeli kelokasi tersebut.
Dalam investigasi dilokasi anak main H dan U menemui Wartawan yang sedang melakukan investigasi.
“Dari mana bang,bisa lihat Kartu Tanda Anggota (KTA) Abang,”Kata Anak main H dan U bertanya pada wartawan.
Setelah ia meyakini (Wartawan) dengan melihat KTA ia pun kembali lagi dan memberikan uang.
“Izin ya bang,ini dulu harap maklum, pasti orang Abang dengar kan kalau Zf anggota kami diambil Polda,Kenak 120 juta kami bang,”Kata pria yang ditaksir umur 40 tahun.
Kemudian saat disebut kan Wartawan kedatangan hanya ingin bertemu dengan H dan U,anak main itu mengatakan kalau keduanya tidak ada dilokasi.
Sementara itu Kapolsek Kualuh Hulu AKP Nelson Silalahi di Konfirmasi melalui pesan Waatsspnya atas maraknya narkoba di Wilkumnya hanya berterima kasih kepada wartawan.
“Trims informasinya pak, akan kami tindak lanjuti,”Tulis Nelson.
Disingung,selama menjabat sebagai Kapolsek Kualuh Hulu,apakah baru dengar lokasi yang disebutkan?Kapolsek dengan pangkat tiga Balok dipundak itu enggan membalas kembali hingga berita ini dikirim keredaksi.(Abi).






