Hendra Saputra mendapat perawatan di rumah sakit setelah ususnya terburai di clurit.(ist).
Belawan, INVOCAVIT.COM: Dalam waktu bersamaan pada Rabu (2/7) malam, terjadi bentrok didua lokasi di Belawan. Terinformasi, satu orang nyaris tewas dengan usus terburai di clurit. Aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan kewalahan mengamankan dua bentrokan tersebut.
Bentrokan pertama antara kelompok Belawan Lama melawan kelompok pemuda Gudang Arang. Insiden mengakibatkan korban Hendra Sahputra (38), warga Lorong Papan Kelurahan Belawan l, Kecamatan Medan Belawan mengalami perut Robek dan ususnya keluar.
Oleh warga korban dibawak ke RS PHC Belawan namun pihak rumah sakit merujuk korban ke RS Pringadi Medan karena alasannya perlengkapan tidak memadai.
Kemudian bentrok dua antara kelompok pemuda dikawasan Kelurahan Belawan Bahagia antara kelompok pemuda Jalan Bawal melawan kelompok pemuda dari Jalan Belanak.
Aksi bentrok keempat kubu pemuda sudah berulang kali dan hingga kini belum ada saling berdamai dan membuat warga kian resah karena rumah rumah warga banyak yang rusak dan berlubang lobang terkena lemparan batu dan botol kaca.
Petugas Gabungan yang berusaha mengamankan aksi bentrok terpaksa di bagi dua yang sebagaimana membubarkan bentrok di Belawan Lama dan sebahagian lagi ke kawasan Jalan Kakap Kelurahan Belawan Bahagia membubarkan aksi bentrok.Aksi bentrok keempat kelompok pemuda dapat dibesarkan petugas.
Warga Belawan, H.B.Horas Hutahean mengatakan,petugas Gabungan dari TNI dan Polri maunya jangan membubarkan bentrok tersebut tapi harus menangkapinya terutama yang membawa senjata tajam seperti celurit, samurai, pasang panjang,panah beracun dan senapan angin.
Tujuan agar para kelompok pemuda tersebut menjadi jerah karena diproses dan dimasukkan kepenjara.
“Bila bentrok pemuda ini tidak bisa diatasi maka,Kota Belawan akan dikuasai preman.Masak petugas kalah sama preman-preman picisan itu,” tegas Horas yang merupakan tokoh masyarakat.***












