PT TLE Buka Sendimen Bendungan PLTMH, Jutaan Ikan Mati di Sungai Bahorok, Warga: Pemkab Langkat Supaya Segera Bertindak

Daerah205 Dilihat

Diduga akibat PT.TLE membuka sendimen bendungan PLTMH, Sungai Bahorok Banjir Lumpur berbatu, jutaan ikan berbagai jenis mati mendadak, Senin (3/7).(ist).

 

 

INVOCAVIT.COM, MEDAN – Untuk kesekian kalinya jutaan ekor ikan mati mendadak di Sungai Bahorok. Penyebabnya diduga pihak PT Thong Langkat Energy (TLE) membuka pintu air PLTMH (Pembangkit Listri Tenaga Mini Hydro).

 

Akibat dibukanya pintu air PLTMH, banjir melanda kawasan Sungai Bahorok. Warna air di sungai terpanjang Negeri Bertuah tersebut keruh bercampur lumpur dan bebatuan serta kayu, menyebabkan jutaan ekor mati terdampar di pinggir sungai.

 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun warga mengaku sangat resah dan ketakutan karena pihak PT.TLE selaku pemilik PLTMH melanggar perjanjian yang telah disepakati. Dalam perjanjian, bila PT TLE hendak membuka pintu air harus diberitahukan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mendekat ke sungai.

 

Namun, kata warga, perbuatan semena-mena sudah beberapa kali dilakukan. Terakhir, peristiwa itu terjadi pada Senin (3/7) sekitar pukul 10.00 wib.

“Senin 3 Juli 2023 kemarin, pintu air PT Thong dibuka. Setelah itu, debit air sungai meninggi dan bercampur lumpur,” tutur warga yang mengaku bernama Arya, Kamis (6/7/2023) siang.

 

Tak hanya airnya yang keruh, kata Arya, ikan yang jumlahnya tak terhitung pun mabuk dan mati. Mulai ikan yang berukuran kecil hingga yang besar, terkena damapaknya. Warga juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari.

 

Dikhawatirkan, akibat peristiwa tersebut, ikan – ikan di sana akan punah. Karena, ikan – ikan berukuran besar di aliran Sungai Wampu sulit untuk ditemukan, karena sudah mati.

 

“ Hal seperti ini udah kedua kalinya terjadi. Ikan yang biasanya mudah didapat, kemungkinan kedepannya akan punah. Sebaiknya, sebelum membuka pintu air itu, pihak perusahaan juga harus mempertimbangkan dampaknya,” kata warga lainnya.

 

Warga di sana berharap, agar pihak – pihak terkait segera menindaklanjuti hal tersebut. Supaya kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa. Di mana, dampaknya dapat merusak ekosistem di lingkungan sekitar.

 

 

Iwan, salah seorang tokoh pemuda di Bahorok mengamini kejadian itu. Dia mengaku kematian  ikan di sepanjang aliran sungai  Wampu ini diduga karena lumpur dari sendimen bendungan  PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air ) yang  mempunyai pintu buka tutup untuk menjaga debit air juga membersihkan sampah yang bisa menghambat kinerja motor penghasil listrik PT.THONG LANGKAT ENERGI yang beralamat di Kecamatan Kuta Mbaru,  Kabupaten Langkat.

 

“Kami sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Langkat mengambil tindakan tegas guna mengantisipasi hal serupa agar tak terulang lagi, karena kami masyarakat sangat di rugikan dengan kejadian ini bukan saja yang terancam dengan terganggunya ekosistem dan keragaman hayati sungai Wampu itu sendiri tetapi masyarakat juga terancam mulai dari  segi ekonomi dan kesehatan karena kwalitas air yang tercemar lumpur maka otomatis baku mutu air tidak terpenuhi untuk PDAM Tirta Wampu otomatis pasokan air bersih kemasyarakat di Kecamatan Bahorok bukan tidak mungkin terhenti dalam jangka waktu yang lama,” ungkpnya.

 

Terkait kasus itu, General Manager (GM) PT.TLE, Berman Pasaribu yang dihubungi untuk konfirmasi tidak mau menjawab. Demikian juga, di kirim pesan konfirmasi ke no.  0822 7337 3XXX juga tidak bersedia menjawab.(jos).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *