Anggota DPR RI Maruli Siahaan Ajak Orangtua Bangun Iman Anak dari Rumah

Medan20 Dilihat

Anggota DPR RI Maruli Siahaan sharing pengalaman dalam Seminar Keluarga HKBP Sei Agul Medan, Sabtu (30/5).(ist).

 

Medan, INVOCAVIT.COM: Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk iman, karakter, dan masa depan anak. Hal tersebut disampaikan Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., saat memberikan sharing pengalaman dalam Seminar Keluarga HKBP Sei Agul bertema “Iman Dimulai dari Rumah”, yang digelar di Gereja HKBP Sei Agul Ressort Medan IV, Jalan Gereja  Medan, Sabtu (30/5).

Seminar ini dihadiri jemaat, para orangtua, serta keluarga besar HKBP Sei Agul. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran ayah dan ibu dalam menanamkan nilai iman Kristen di tengah keluarga.

Dalam penyampaiannya, Maruli Siahaan menegaskan bahwa rumah adalah tempat pertama anak-anak belajar mengenal Tuhan, kasih, disiplin, tanggung jawab, dan pilihan hidup. Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam membina iman, namun pembentukan dasar kehidupan anak harus dimulai dari keluarga.

Maruli Siahaan Poto bersama dengan panitia dan peserta dari keluarga HKBP Sei Agul Medan.(ist)

“Iman anak-anak tidak hanya bertumbuh di gereja. Iman itu harus mulai ditanamkan dari rumah, melalui teladan, komunikasi, doa, dan kehadiran orangtua,” ujar Maruli.

Maruli juga membagikan pengalaman pribadinya bersama istri dalam mendidik keempat anaknya. Ia mengatakan bahwa dalam keluarga, dirinya tidak pernah membiasakan pola mendidik yang memaksa atau mendikte anak. Sebaliknya, ia dan istri memilih membangun komunikasi melalui dialog dan diskusi.

“Saya dan istri tidak pernah memaksa anak-anak harus menjadi seperti keinginan kami. Kami lebih memilih mengajak mereka berdialog, berdiskusi, memberi pandangan, dan mendampingi pilihan mereka,” jelasnya.

Ia menceritakan bahwa anak pertama, kedua, dan keempat memilih menempuh pendidikan melalui jalur Akmil, sementara anak ketiga memilih jalur Akpol. Maruli menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan anak-anak yang lahir dari proses komunikasi keluarga, bukan tekanan dari orangtua.

“Kami hanya memberi pandangan tentang disiplin, tanggung jawab, risiko, dan konsekuensi dari setiap pilihan. Selebihnya, anak-anak harus belajar bertanggung jawab atas jalan hidup yang mereka pilih,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Maruli juga mengingatkan para orangtua tentang tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, terutama di tengah kehidupan kota besar seperti Medan. Ia menilai bahwa perkembangan zaman membawa banyak peluang, tetapi juga menghadirkan risiko seperti narkoba, kekerasan, pergaulan bebas, geng motor, judi online, tekanan digital, dan krisis karakter.

Karena itu, Maruli mengajak para orangtua untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang aman bagi anak untuk bercerita. Menurutnya, anak yang merasa didengar di rumah akan lebih kuat menghadapi pengaruh buruk di luar rumah.

“Jangan sampai anak-anak lebih nyaman bercerita kepada lingkungan yang salah daripada kepada orangtuanya sendiri. Orangtua harus hadir sebagai tempat pulang, tempat mendengar, dan tempat anak memperoleh arahan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, sekolah yang baik, atau pekerjaan yang berhasil. Lebih dari itu, orangtua memiliki tanggung jawab untuk mewariskan iman, karakter, keberanian memilih yang benar, dan kedekatan keluarga.

“Anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna. Anak membutuhkan orangtua yang hadir, mendengar, mendoakan, dan menuntun dengan kasih,” ungkap Maruli.

Melalui seminar ini, Maruli Siahaan berharap setiap keluarga semakin menyadari pentingnya membangun komunikasi yang hangat, doa bersama, ibadah keluarga, serta pendampingan anak secara konsisten.

Ia menutup pesannya dengan mengajak seluruh orangtua untuk kembali memperkuat rumah sebagai pusat pendidikan iman dan karakter anak.

“Warisan terbaik orangtua bukan hanya harta atau jabatan, tetapi iman yang kuat, karakter yang benar, dan keluarga yang dekat satu sama lain,” tutupnya.

Kegiatan Seminar Keluarga HKBP Sei Agul ini diharapkan dapat memperkuat komitmen keluarga Kristen dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang taat, beriman, bertanggung jawab, dan kuat menghadapi tantangan zaman.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *