Sambungnya, Jadilah seperti air, yang mengalir tanpa henti dan membentuk jalannya sendiri dengan tenang namun pasti. Air yang mampu membersihkan dan memberi kehidupan, hendaknya menjadi metafora bagi Polri dalam menjalankan tugasnya. Seperti air yang tidak memilih tempat untuk mengalir, Polri pun harus berlaku adil tanpa memandang status sosial, ras, atau agama.
Dengan demikian, esensi kehadiran Polri dalam masyarakat bukan hanya sebagai simbol otoritas, tetapi sebagai penjaga nilai kemanusiaan yang mendasari keadilan sosial. Semoga ke depan, Polri terus mengalir bagai air yang tidak kenal lelah, membawa perubahan dan keadilan yang berkelanjutan bagi bangsa Indonesia. Salam, Polri Presisi! Tutupnya.(mat).