FGD Tokoh Batak Bahas Protap, Melepas Label Harajaon

Medan137 Dilihat

Sihol Situngkir (kiri atas), Edison Manurung (kanan atas), JS Simatupang (kiri bawah) dan tangkap layar peserta FGD Virtual KMDT. (ist)

INVOCAVIT.COM, MEDAN-  Sejumlah tokoh masyarakat Batak melakukan pertemuan virtual dengan  Focus Group Discussion (FGD) dengan topik KMDT Menyongsong Provinsi Tapanuli di Era Presiden Jokowi, Minggu (18/12).

 

Walau enam tokoh batak tidak hadir pada FGD yang berlangsung selama 2,5 jam itu, diskusi berjalan cukup intelek dan mendapat saran masukan dan pokok pemikiran sedikitnya dari 14 peserta. Inti dari FGD itu agar memperkuat kolaborasi dan harus sepakat melepas label Harajaon (kerajaan) demi meraih cita-cita yang dimulai sejak Tahun 2009 silam, berdirinya Provinsi Tapanuli (Protap).

 

Sementara tujuan berdirinya Propinsi Tapanuli (Protap) adalah upaya pemerataan pembangunan melalui desentralisasi.

 

Ketua Umum DPP KMDT, St Edison Manurung SH MM menyebutkan, ketidakhadiran enam pembicara bukan hal yang menjadi persoalan. “Pastinya para pembicara yang sudah kami pesan sudah mengetahui maksud diskusi, itu sudah lebih dari cukup dalam penguatan perjuangan berdirinya Protap,” katanya.

 

Edison Manurung yang juga tercatat sebagai mantan Staf Khusus Ketua DPD RI Era DR H Oesman Sapta ini pun mengurai alasan ketidakhadiran sejumlah pembicara karena kesibukan ibadah natal dan ada hal duka yang menyelimuti keluarga salah satu pembicara. “Intinya, tetap akan ada komunikasi di luar FGD, dalam penguatan perjuangan ini,” kata Edison, mantan Ketua DPP KNPI tercatat dua kali mewakili Pemuda Indonesia Sidang di PBB, AS New York ini dari seberang telepon.

 

Demikian dengan Prof Dr Sihol Situngkir SE MBA, Sekjen DPP KMDT. Dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran JS Simatupang, Ketua PPPT dan berharap kepada enam pembicara  lainnya tetap memiliki keseriusan dan komitmen atas perjuangan pendirian Protap.

 

Sihol Situngkir pun dalam rumusan akhir FGD menguraikan, pentingnya kolaborasi segenap elemen dan tokoh yang memiliki kompetensi untuk bersinerji dalam satu gerak langkah, sebelum agenda protap disampaikan kepada proleknas.

Menurut Sihol, membangun kebersamaa, perlu membentuk kolaborasi yang lebih besar sehingga forum seperti yang diinisiasi KMDT dapat berlanjut.

 

“Semangat perjuangan masyarakat Tapanuli tetap konsisiten dan membara agar tetap berkelanjutan, untuk cita-cita Protap diidamkan sejak 2009,” katanya.

 

FGD Virtual KMDT itu mencatat, perlunya menyatukan sikap, memperkuat solidaritas khususnya di lima kabupaten dan satu kota, serta masyarakat bonapasogit untuk mempersatukan hati dan pikiran dalam mewujudkan Protap.

 

Perjuangan berdirinya Protap, kata Sihol Situngkir, guna meningkatkan kehidupan di berbagai sektor guna mensejahterakan masyarakat Tapanuli. “Protap merupakan upaya pemerataan pembangunan melalui desentralisasi,” ujarnya.(mdc).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar