Kecewa Tak Dikasih Masuk Lihat Anak Wisuda, Pintu Besi Gedung Serba  Guna Unimed Dirusak

Medan221 Dilihat

Para orangtua wisudawan/ti berkumpul dipintu masuk yang telah ditutup.(jos Tambunan).

INVOCAVIT.COM, MEDAN – Ribuan orangtua wisudawan/ti Universitas Negeri Medan (Unimed) merasa kecewa dengan peraturan yang dibuat pihak rektorat, Rabu (22/2) pagi.

 

Pasalnya, para orangtua tidak diperbolehkan masuk ke gedung  tempat berlangsungnya wisuda. Padahal, pihak rektorat memberikan undangan kepada para orangtua untuk 2 orang.

 

Imbas dari kekecewaan itu, para orangtua yang berkumpul di pintu masuk sebelah Utara Gedung Serba Guna mendorong dan menendangi pintu gerbang hingga rusak.

 

Para security yang berada dilokasi tidak dapat berbuat, mereka hanya melihat dari jarak dekat.

 

Emosi para orangtua yang mendorong-dorong pintu gerbang hingga rusak diabadikan yang lain melalui video hanphone.

 

Amatan wartawan dilokasi, selain tidak bisa masuk, para orangtua maupun wisudawan/ti yang sudah duluan didalam juga tidak bisa keluar.

 

Bahkan seorang wanita tua yang hendak keluar untuk mengambil obat dikenderaan tidak diperbolehkan keluar.

 

Wanita berhijab itu sampai memanggil-manggil minta tolong petugas security namun para petugas keamanan internal kampus UNIMED itu hanya diam sambil berbisik-bisik.

 

“Tolonglah pak Satpam saya mau keluar mengambil obat,” kata wanita berhijab warna biru muda berulang-ulang, sambil dipegang anaknya perempuan yang mengenakan jubah dan toga.

 

“Kami datang jauh-jauh dari kampung hanya ingin menyaksikan anak-anak kami yang wisuda, tapi tidak bisa hanya karena terlambat 5 menit. Rektor UNIMED tidak punya perasaan,” ujar boru Sitinjak dan H.Lumbangaol yang mengaku datang dari  Kutacane dan Taput.

 

“Kami senang datang ke tempat ini ingin menyaksikan anak kami diwisuda yang menjadi momen bersejarah karena kami sudah sangat bersusah payah menguliahkan  anak kami tapi peraturan yang dibuat rektor sangat tidak manusiawi,” umpet orangtua yang lain.

 

“Bagaimana kalau rektor tidak dikasih masuk padahal ada dikasih undangan, tentu merasa kecewa,” celetuk orangtua yang lain.

 

Sementara keluarga wisudawan yang berada didalam mengaku bernama Muh Arsyad menuding pihak rektorat tidak profesional.

 

“Bangku didalam masih banyak yang kosong, dilantai bawah dan atas banyak bangku, kenapa tidak dikasih masuk,” ujarnya.

 

“Percuma UNIMED gudangnya para profesional namun tindakan mereka tidak profesional,” sambung orangtua yang lain.

 

Humas UNIMED, Surip yang dikonfirmasi wartawan alasan orangtua wisudawan/ti tidak diperbolehkan masuk hanya mengatakan, itu kebijakan acara wisuda.

 

“Saya mohon maaf, itu sudah menjadi kebijakan acara wisuda,” katanya singkat.(jos).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *