Komisi B DPRD Sumut Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga Atasi Antrean BBM di SPBU

Medan26 Dilihat

Antrean pengisian BBM di SPBU.(ist)

 

Medan, INVOCAVIT.COM:  Komisi B DPRD Sumatera Utara mengapresiasi gerak cepat Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga dalam mengatasi antrean BBM yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Sekretaris Komisi B DPRD Sumatera Utara yang membidangi Perekonomian, Hariyanto menyatakan, dengan kondisi yang sudah normal ini, ia berharap agar Pertamina Patra Niaga terus menjaga stabilitas pasokan dan distribusi BBM di Sumatera Utara.

 

Hariyanto mengapresiasi semua pihak yang bergerak cepat mendengar dan berupaya memenuhi harapan-harapan masyarakat yang kemaren-kemaren ini bermasalah untuk mendapatkan BBM.

 

“Apresiasi, kita sampaikan juga kepada Pemprov Sumut yang bergerak cepat yang telah mendengar aspirasi masyarakat. Harapannya, ini harus dipantau terus dan jangan terjadi kembali antrean BBM yang panjang,” pungkasnya.

 

Mengenai antrean, Komisi B DPRD Sumut telah memanggil semua stakeholder yang berhubungan dengan kelancaran BBM ini, baik itu Hiswana Migas Sumut, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI Sumut, maupun Pertamina Patra Niaga.

 

“Kita sudah panggil, berkoordinasi dan menanyakan kendala-kendala untuk memitigasi ke depan agar tidak terjadi kembali,” ujarnya.

 

Kemudian, permasalahan distribusi, operasional mobil tangki serta musim liburan yang menyebabkan peningkatan permintaan masyarakat menjadi faktor yang turut mempengaruhi terjadinya antrean.

 

“Kemudian permasalahan distribusi, operasional mobil tangki serta masalah musim liburan sehingga terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat dan seterusnya. Sehingga itu menjadi penyebab terjadinya antrean,” katanya, Jumat (17/7/2026).

 

Pihaknya berharap Pertamina Patra Niaga terus melakukan perbaikan, termasuk menuntaskan perbaikan Terminal Belawan, serta memperkuat transparansi informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.

 

“Jika ada permasalahan, disampaikan dengan cepat dan terbuka sehingga masyarakat tidak resah. Dengan kondisi antrean sudah mulai terurai, ia meminta Pertamina harus menjaga stabilitas,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan bahwa saat ini muncul isu yang macam-macam di tengah masyarakat. Pertamina harus betul-betul menjaga agar tidak terjadi masalah lagi, sehingga isu-isu itu tidak muncul kembali.

 

“Pertamina ada hitung-hitungan soal kebutuhan BBM di Sumut. Harus dipastikan kebutuhan itu tercukupi. Sehingga tidak muncul isu-isu liar di tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Kemudian Pertamina Patra Niaga selama ini juga telah mengetahui untuk suplai berapa angkutan, berapa sopir. Jika terjadi permasalahan, Pertamina sudah memiliki antisipasi permasalahan itu.

 

“BBM ini adalah urat nadi ekonomi. Jika distribusi BBM terganggu, maka pertumbuhan ekonomi juga ikut terganggu,” pungkasnya.

 

Sementara itu, seorang warga Medan Labuhan, Iksan Syahputra, membenarkan kondisi antrean BBM sudah mulai terurai. Ia mengaku tidak lagi mengantre saat mengisi BBM pada Jumat (17/7/2026).

 

“Sudah mulai terurailah, tadi juga ngisi BBM sudah nggak antre lagi,” kata Iksan. (kcu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *