Mengenang Ratu Elizabeth II dan Kontribusinya Bagi Dunia

Sabtu, 10 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INVOCAVIT.COM – Ratu Elizabeth II bertakhta sebagai Ratu Inggris selama 70 tahun dan menjadi pemimpin perempuan terlama dalam sejarah dunia. Kematiannya pada Kamis (8/9) membawa masyarakat Inggris dan dunia untuk mengenang kembali jasa-jasanya.

 

Saat masih muda di mana saat itu Elizabeth masih bergelar Putri (Princess), dia tidak segan membantu negaranya berperang melawan Nazi Jerman.

 

Dikutip dari laman National WW2 Museum, pada 1943, Putri Elizabeth turut berperan dalam kampanye “Dig for Victory” (Menggali Demi Kemenangan). Kala itu, pemerintah Inggris mendesak rakyatnya untuk menggunakan kebun dan setiap lahan kosong untuk menanam sayuran guna membantu kekurangan pangan.

 

Selanjutnya di umur 16 tahun, Elizabeth diberikan jabatan kolonel kehormatan pengawal grenadier oleh ayahnya, Raja George VI . Dua tahun kemudian pada 1944, di usia 18 tahun, Elizabeth bergabung dalam Angkatan Bersenjata Inggris dan mengabdi pada Layanan Wilayah Tambahan (ATS).

 

Meski Raja George VI menjamin agar putrinya tidak mendapat jabatan spesial, namun karier Putri Elizabeth melesat cepat.

 

Awalnya, Putri Elizabeth menjabat sebagai bawahan kedua ATS lalu dipromosikan menjadi Komandan Junior, setara dengan Kapten. Tidak berhenti di situ saja, Putri Elizabeth juga berlatih sebagai mekanik pada Maret 1945.

 

Berakhirnya Perang Dunia 2 tidak menghentikan kontribusi Putri Elizabeth kepada Inggris.

 

Pada 1947, Putri Elizabeth menikah dengan Pangeran Phillip di Biara Westminster, London. Putri Elizabeth pun menggantikan ayahnya sebagai Ratu Inggris pada 1952.

 

Dekolonisasi

Jika pemerintahan Elizabeth I adalah periode ekspansi, penaklukan, dan dominasi kolonial, maka “zaman Elizabeth baru” di bawah Ratu Elizabeth II ditandai dengan dekolonisasi dan hilangnya Kekaisaran Inggris. Demikian dikutip dari The Conversation, Jumat (9/9).

 

Ratu Elizabeth II memberikan kemerdekaan bagi koloni-koloni Inggris.

 

Dekolonisasi Inggris di wilayah koloninya dilakukan Ratu Elizabeth II, seperti pada 1950, 1960, dan seterusnya. Negara-negara tersebut akhirnya mendapatkan kemerdekaannya, seperti Malaysia pada 1963, Kenya pada 1963 hingga Brunei pada 1984.

 

Penyerahan Hong Kong kembali ke China pada 1997 menandakan akhir dari Kekaisaran Inggris. Meski bukan lagi kekaisaran, namun Ratu Elizabeth II tetap bekerja bagi masyarakatnya dan dunia.

 

Dikutip dari laman The Independent, Jumat (9/9), selama masa pemerintahannya, Ratu Elizabeth II bekerja dengan lebih dari 600 badan amal, mulai dari kesehatan hingga masalah-masalah wanita.

 

Kontribusi Ratu Elizabeth II pada rakyat Inggris dan dunia adalah bagian dari janjinya.

 

Pada umur 21, kepada pendengar radio di seluruh persemakmuran, Putri Elizabeth berjanji: “Saya menyatakan di hadapan Anda semua bahwa seluruh hidup saya baik panjang atau pendek akan dikhususkan untuk melayani Anda.”.(mdk).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Maruli Siahaan Dorong Pendampingan Satu Pintu dan Evaluasi Izin Pesantren dalam Kasus Kekerasan Seksual
313 Napi Beresiko Tinggi Dipindah ke Lapas Nusa Kambangan
MK Nyatakan Wapres Tetap Gibran
Dr. Maruli Siahaan Dorong Kejelasan Status dan Akuntabilitas Kurator dalam RUU Profesi Kurator
Dr. Maruli Siahaan Hadiri Rapat Paripurna DPR RI Bahas IHPS BPK hingga RUU Perampasan Aset
Presiden Resmikan Yonif TP 951/PM, Dan Yonif Letkol Inf Jimson Andre Siahaan Dihadapkan Pada Tanggung Jawab Besar
Mayor Pom Deddy Siahaan Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Merauke
Baru Saja Dilantik, Kapolri Langsung Mutasi Sejumlah Pati dan Pamen, Ini Daftarnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Maruli Siahaan Dorong Pendampingan Satu Pintu dan Evaluasi Izin Pesantren dalam Kasus Kekerasan Seksual

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:19 WIB

313 Napi Beresiko Tinggi Dipindah ke Lapas Nusa Kambangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Dr. Maruli Siahaan Dorong Kejelasan Status dan Akuntabilitas Kurator dalam RUU Profesi Kurator

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Dr. Maruli Siahaan Hadiri Rapat Paripurna DPR RI Bahas IHPS BPK hingga RUU Perampasan Aset

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Presiden Resmikan Yonif TP 951/PM, Dan Yonif Letkol Inf Jimson Andre Siahaan Dihadapkan Pada Tanggung Jawab Besar

Berita Terbaru

Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Brigjen Pol Tatan Dirsan Atmaja. (ist)

Nasional

313 Napi Beresiko Tinggi Dipindah ke Lapas Nusa Kambangan

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:19 WIB