PB Al Washliyah Resmikan Pondok Tahfidzul Qur’an Shah Amin Binaan UMN

Medan154 Dilihat

Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Al-Washliyah Dr H Masyuril Khamis bersama Rektor UMN  Dr H Hardi Mulyono K Surbakti MAP, Dr H Masyuril Khamis launching operasional pondok Tahfidzul Qur’an Shah Amin. (bp)

 

 

INVOCAVIT.COM, MEDAN- Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Al-Washliyah Dr H Masyuril Khamis meresmikan operasional pembelajaran di Pondok Tahfidzul Qur’an Shah Amin binaan UMN Al Washliyah di Jalan Sehat I/  Aman Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Jumat (13/1).

 

Masyuril Khamis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada masyarakat yang telah mendukung pendirian pondok tahfiz yang merupakan wakaf dari H. Hasbalah Yunus, H Ajib Shah dan H Said Amin (Ketua PP Kalitim).

 

Masyuril Khamis berharap kehadiran Ponpes dapat memberikan berkah bagi kota Medan karena sudah ada wadah generasi muda penghafal Al Quran di kota ini.

 

 

Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Dr H Hardi Mulyono K Surbakti MAP mengatakan, tujuan pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin ini untuk mendidik putra bangsa calon sarjana yang hafal Al-Quran.

 

Tahap pertama jumlah santri 20 orang, dari Aceh, Palas, Sidimpuan dan daerah lainnya. “20 dulu, kalau sudah berjalan dengan baik akan ditambah, mereka mendapatkan full beasiswa termasuk kuliah di UMN Al Washliyah dan Sekolah Binaan UMN, baik SMA maupun SMP segerajat, tidak dikutip satu rupiahpun, ini kebijakan UMN untuk memuliakan para penghapal Al Quran,” tegasnya.

 

 

Selain itu, yang paling penting santri memiliki adab yang baik, menghormati kedua orang tua,” tambah Rektor yang juga didampingi Ketua Senat UMN Prof Dr Ahmad Laut, para wakil rektor dan dekanat.

 

Sementara itu, Wagubsu Musa Rajekshah melalui Asisten Pembangunan dan Perekonomian Agus Supriono menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Al Jamiyatul Washliyah, khususnya UMN Al Washliyah yang telah membidani pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin, yang bertujuan menciptakan  daya saing dalam peningkatan akhlak generasi muda.

 

 

Menurutnya, kehidupan pondok pesantren saat ini, sedang dirundung cobaan, sebab saat ini berkembang paham radikalisme, kekerasan seksual di kalangan santri semakin mengemuka, karena itu,  penyiapan, metode, guru, fasilitas pendukung harus dipersiapkan, sehingga cita-cita mulia ini tercapai secara maksimal.

 

Acara peresmian itu juga ditandai dengan salat Jum’at perdana di masjid Al Washliyah di lokasi itu. Sebelumnya, mantan Ketua PB Al Washliyah Dr Yusnar Yusuf yang juga Qori Internasional didaulat melantunkan ayat ayat Al Quran dengan merdu.  (bp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *