Petugas mengevakuasi korban tewas dari reruntuhan rumah mewah di Grand Polonia Medan (ist).
Medan, INVOCAVIT.COM: Tim gabungan berhasil mengevakuasi dan mengidentifikasi tiga korban tewas tertimbun puing-puing bangunan akibat ledakan yang terjadi di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Polonia.
Berdasarkan identifikasi ketiga korban itu bernama Jesika, Ros dan Sinta. Jesika merupakan istri pemilik rumah, sementara dua lainnya merupakan asisten rumahtangga (ART) asal NTT dan Babysitter asal Kabupaten Nias Selatan.
“Tiga jasad korban ledakan itu ditemukan di lantai II rumah bernomor 3B persis di bawah reruntuhan bangunan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan, Hery Marantika, Rabu (22/7).
Ia mengungkapkan, tim gabungan juga berhasil menyelamatkan tiga korban luka-luka lainnya termasuk seorang balita berusia 2 tahun yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
“Korban selamat terdiri atas Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir atas nama Yuda,” ungkapnya setelah semua jasad ditemukan proses evakuasi pasca terjadinya ledakan itu dihentikan.
Untuk diketahui, penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, pada Senin (20/7), terjadi perbedaan pendapat.
Di lokasi kejadian, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, sebelumnya mengatakan berdasarkan investigasi awal ledakan disebabkan adanya kebocoran pipa gas tanam yang berada di dalam rumah
“Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan sumber ledakan karena kebocoran pipa gas tanam itu berasal dari dalam rumah nomor 3B hingga menyebabkan sejumlah rumah warga lainnya ikut terdampak akibat terkena serpihan.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menerangkan hasil deteksi gas yang dilakukan disaksikan pihak eksternal berwenang di lokasi atau rumah yang menjadi sumber ledakan menunjukkan angka 0 PPM atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi).
“Saat tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,” pungkasnya.**






