Tokoh Pemuda Delitua Desak Bupati Deliserdang Mundur: Pernyataannya Soal Perbaikan Jalan Rusak Bikin Sakit Hati Rakyat!

Daerah, Medan21 Dilihat

Tokoh Pemuda Delitua Sastra Sembiring.(dok)

Deli Serdang, INVOCAVIT. COM:  Tokoh Pemuda Delitua, Sastra Sembiring, mendesak Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan untuk mundur dari jabatannya karena pernyataannya soal perbaikan jalan rusak membuat sakit hari rakyat.

“Bisa-bisanya Bupati Deliserdang menanggapi keluhan tentang jalan rusak berdasarkan kepatuhan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pernyataan ini tidak mencerminkan empati terhadap kondisi rakyat kecil yang selama ini justru hidup di tengah keterbatasan infrastruktur dan tekanan ekonomi,” katanya, Minggu (14/6).

Sastra juga mempertanyakan arah penggunaan anggaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat terutama pembangunan infrastruktur sebab masih banyak kondisi jalan yang rusak.

“Kalau rakyat kecil diminta memahami jalan rusak karena alasan pajak, lalu masyarakat juga berhak bertanya tentang anggaran daerah selama ini sebenarnya diprioritaskan untuk siapa?,” cetusnya.

Menurutnya, pernyataan kepala daerah semestinya mampu menenangkan dan memberi harapan kepada masyarakat bukan justru menimbulkan kesan bahwa pelayanan publik hanya pantas diperoleh bagi warga yang dianggap memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.

“Saya juga menyoroti adanya alokasi anggaran miliaran rupiah untuk rehab fasilitas institusi tertentu yang dikeluarkan Pemkab Deliserdang termasuk bantuan rehabilitasi sebesar Rp1,5 miliar di lingkungan Polrestabes Medan,” tuturnya bahwa perbandingan itulah yang kemudian memunculkan persepsi ketimpangan di tengah masyarakat bawah.

“Disaat rakyat kecil berjuang memperbaiki jalan secara swadaya dan menggalang bantuan untuk biaya pengobatan anak mereka, pemerintah justru dianggap lebih cepat hadir pada proyek-proyek kelembagaan,” ucap Sastra.

Ia menyebutkan, masyarakat (rakyat) tidak anti pajak tetapi mereka ingin merasakan bahwa uang pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pelayanan, pembangunan, dan kepedulian sosial. Namun faktanya penggunaan anggaran bersumber dari pajak rakyat itu tidak sesuai harapan.

“Buktinya ada bayi bernama Arisha Zainaba, warga Patumbak yang sempat berjuang melawan penyakit jantung bocor tidak mendapat bantuan dari Bupati Deliserdang. Apakah karena keluarga Arisha bukan penyumbang pajak besar sehingga tidak menjadi prioritas perhatian pemerintah?,” sebutnya.

Meski demikian, Sastra menambahkan kisah Arisha akhirnya menghadirkan secercah harapan. Bantuan dari para dermawan, relawan dan tangan-tangan baik disebut menjadi jalan bagi Arisha untuk mendapatkan pengobatan hingga kondisinya berangsur membaik.

“Kini kami menanti, apakah kritik dan suara masyarakat kecil ini akan dijawab dengan kebijakan yang lebih berpihak atau hanya berlalu sebagai polemik sesaat di tengah kerasnya kehidupan masyarakat bawah. Jika Bupati Deliserdang tidak mampu menyelesaikan keluhan warga sebaiknya mundur saja,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *