“Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Kota Pematangsiantar, semangat Natal harus menjadi pendorong bagi semua untuk terus memupuk rasa persaudaraan dan toleransi,” kata Wesly.Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, sangat mengapresiasi inisiatif panitia dan seluruh umat Kristiani yang telah mempersiapkan acara dengan baik.
Wesly mengajak untuk menjadikan momentum tersebut untuk saling berbagi kasih, pengampunan, dan kebaikan kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Mewakili masyarakat, Prof Dr J Sirait MPd menyampaikan umat Kristiani patut bersyukur karena mengawali Natal dengan penyalaan Pohon Natal yang akan dinyalakan oleh wali kota bersama forkopimda dan pimpinan gereja secara bersama-sama.
Menurutnya, momentum Natal merupakan suatu hal yang krusial bagi umat Kristiani. Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terima kasih kepada Wesly yang telah melakukan kegiatan tersebut.
“Sehingga kita boleh bersuka cita bersama dalam hal merayakan Natal yang diawali pada momentum malam ini,” tandasnya.
“Nantinya akan dihiasi dengan 1.500 lampu warna-warni. Ini merupakan sebuah ikon kebanggaan Kota Pematangsiantar. Sebagai daya tarik Kota Pematangsiantar untuk menyambut Natal dan Tahun Baru. Ini merupakan suatu kemeriahan bagi seluruh umat dan simbol kedamaian dan toleransi umat beragama,” tutur Robert.
“Mulai jam 19.00 WIB sampai 23.00 WIB. Mungkin nanti di momen-momen Natal, pada 24 dan 25 Desember serta malam Tahun baru akan lebih panjang hidupnya kita buat,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa syafaat oleh Pdt Marlan Damanik.(mtc)










