MEDAN, INVOCAVIT.COM – Satu unit rumah yang dimodifikasi menjadi loket-loket untuk menjual narkoba di Jalan Proyek, Bagan Deli ternyata sudah satu tahun beroperasi. Itu diketahui setelah Ismail Nasution (58), warga Bagan Deli, Kecamatan Belawan selalu pemilik loket dan pengedar narkoba ditangkap Ditres Narkoba Poldasu, Minggu (13/4) lalu.
Dirres Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Jeans Calvijn Simanjuntak mengatakan, loket-loket peredaran narkoba itu sudah berlangsung selama 1 tahun tanpa ada gangguan dari aparat atau oknum petugas karena dibeking oknum-oknumnya aparat.
“Memang selama satu tahun ini loket-loket itu aman karena ada yang beking yaitu oknum-oknumnya aparat,” kata Kombes Calvijn Simanjuntak seusai konprensi pers pengungkapan kasus narkoba di Poldasu, Senin (14/4).
Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pihaknya masih menganalisa dan menyelidiki keterlibatan oknum aparat membeking loket peredaran narkoba itu.
Bandar narkoba Ismail Nasution alias Ilul saat ditanyai Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto di Poldasu.(ist).
“Kita akan melakukan kerjasama dengan aparat terkait untuk menyelidiki keterlibatan oknum-oknum aparat tersebut,” tandasnya.
Perwira tiga melati dipundaknya itu mengatakan, pihaknya tengah membuat garis police lokasi penjualan sabu-sabu tersebut. Dia berharap peran serta masyarakat sekitar dan warga Belawan untuk tetap mengawasi lokasi itu agar supaya tidak dijadikan lagi sebagai loket penjualan narkoba jenis sabu-sabu.
“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan agar supaya peredaran narkoba dapat ditekan. Polisi akan terus berupaya sebagai komitmen terus membasmi peredaran narkoba tanpa pandang bulu,” tegasnya.
ISMAIL NASUTION
Tersangka Ismail Nasution juga mengaku sudah lama menjadi pengedar narkoba di daerah Bagan Deli dan kawasan kecamatan Belawan.
Setiap hari, Ismail Nasution alias Ilul bisa memperoleh penghasilan minimal sebesar Rp.1,4 juta bersih setiap hari. Hasil dari bisnis haramnya itu digunakan untuk keperluan keluarganya termasuk saat Idul Fitri membelikan pakaian anak-anak dan merenovasi rumah menjadi loket-loket untuk bisa menjual narkoba.
“Kemarin, untuk keperluan membeli pakaian lebaran anak-anak. Setiap harinya bisa untung Rp 1,4 juta,” ujar Ismail Nasution saat dihadirkan rilis kasus narkoba di Mapolda Sumut, Senin (14/4/2025).
Ilul mengaku, loket-loket itu seperti penjualan tiket pada umumnya yang hanya ada satu lobang kecil muat satu tangan untuk transaksi
Sebelumnya, tim gabungan Ditresnarkoba Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap kembali Ismail Nasution (58).
Dia adalah tersangka kasus narkoba yang sempat melarikan diri setelah dipaksa lepas oleh sekelompok Orang Tak Kenal (OTK) saat penggerebekan di Bagan Deli Medan Belawan.
Bandit narkoba itu ditangkap pada 13 April 2025 di Jalan Akasia, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), setelah melarikan diri ke Riau.
Awalnya, pada 9 April 2025, Polres Pelabuhan Belawan menangkap tiga pelaku peredaran narkoba di Jalan Proyek, Bagan Deli. Namun, saat penggeledahan berlangsung sekelompok orang menyerang petugas dan membakar dua unit sepeda motor dinas sehingga dua pelaku lain, termasuk Ismail, terpaksa dilepaskan di lokasi.
Polda Sumut bersama TNI kemudian melakukan operasi gabungan pada 11 April 2025 dan berhasil mengamankan tujuh pelaku penyerangan. Seluruhnya kini diamankan di Polres Belawan untuk proses lebih lanjut. (jos).













pg slot mahjong
PORTAL DIGITAL PAFI: Peran Strategis Farmasi di Zaman Digital
Sekilas Tentang PAFI
Sejak Indonesia merdeka, para Ahli Farmasi aktif berkontribusi dalam kemajuan kesehatan bangsa. Berdirinya Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) menjadi langkah strategis sebagai asosiasi di bidang farmasi. Berdasarkan Pancasila, PAFI berkomitmen untuk:
• Memajukan derajat kesehatan masyarakat
• Mengembangkan kefarmasian nasional
• Meningkatkan kondisi para anggota
WEB PAFI Terintegrasi: Terobosan Modern untuk Kefarmasian Masa Kini
Menjawab kebutuhan digital, PAFI meluncurkan WEB PAFI Terintegrasi – platform inovatif yang memfasilitasi praktik farmasi profesional melalui:
? Data Real-time – Kemudahan mendapatkan peraturan farmasi, perkembangan ilmiah, dan kesempatan profesional
? Pengembangan Kompetensi – Fasilitas kursus online bersertifikat
? Jaringan Ahli – Media sinergi bagi seluruh ahli farmasi
Sistem digital ini memperkuat kontribusi PAFI dalam mengembangkan sistem kesehatan melalui penerapan inovasi digital.
Masa Depan Farmasi Digital
Adanya sistem terintegrasi ini menjadi bukti revolusi teknologi dalam profesi farmasi. Dengan selalu menyempurnakan fitur dan layanan, PAFI bertekad untuk:
• Menggalakkan inovasi pelayanan kefarmasian
• Meningkatkan kriteria keahlian
• Meningkatkan pelayanan kesehatan publik
Penutup
PAFI melalui platform digital ini konsisten memimpin dalam memadukan perkembangan teknis dengan praktik farmasi profesional. Terobosan ini bukan sekadar memperkuat peran ahli farmasi, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan kesehatan bangsa di era digital.
Купить документ института вы можете у нас в Москве. Мы предлагаем документы об окончании любых ВУЗов Российской Федерации. Вы получите необходимый диплом по любым специальностям, любого года выпуска, включая документы старого образца. Даем гарантию, что при проверке документов работодателями, подозрений не возникнет. freediplom.com/kupit-diplom-o-visshem-obrazovanii-s-zaneseniem-v-reestr-9/
Interesting read! Do you have any tips for beginners on this?