Tim Buncil Jahtanras Poldasu Tangkap Pembunuh Siswi SMK

Tersangka saat diinterogasi petugas.(ist)

 

 

INVOCAVIT.COM, MEDAN- Dalam tempo 24 jam, Tim Buncil (Bunuh Culik) Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan tersangka Rizky Lewa Al Reza alias Reza (25) warga  Jalan Paya Bakung Desa Terang Melati Diski Bulan, Kec Sunggal, Kab Deli Serdang.

 

Tersangka yang mengalami cacat bibir sumbing itu diamankan Jumat (16/12) sekitar pukul 01.30 wib di Jl. Sei Bahorok Binjai Selatan Kota Binjai tepatnya dirumah familinya.

 

Petugas mengamankan tersangka Reza dalam kasus pembunuhan seorang pelajar SMA inisial  LS (17) yang mayatnya ditemukan di sumur Kamis (15/12) sekitar pukul 12.30 wib di Ladang Jambu Dusun IV Desa Serba Jadi Kec. Sunggal Deli Serdang.

 

Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi membenarkan tim Buncil Jahtanras Ditreskrimum Poldasu ada menangkap tersangka pembunuhan terhadap siswi SMA yang mayatnta ditemukan di sumur dikawasan Sunggal.

 

“Tersangka Reza diamankan berdasarkan hasil penyelidikan tim Jahtanras Poldasu. Kemudian, tersangkanya diserahkan ke Polsek Sunggal untuk penyidikan,” kata Kombes Hadi Wahyudi.

 

 

Sebagaiamana diketahui, pada Kamis (15/12) warga menemukan mayat seorang wanita yang masih mengenakan dinas SMA disumur perladangan penduduk di ladang Jambu IV Desa Serba Jadi, Kec Sunggal, Kab Deli Serdang.

 

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya identitas korban diketahui berinisial LS warga Dsn lV Purwodadi Kec.Sunggal DS.

 

Kemudian, petugas Jahtanras Poldasu melakukan penyelidikandengan memeriksa saksi-saksi serta analisa CCTV seputaran TKP, hingga akhirnya mengetahui identitas tersangka yang menggunakan R2 Vario putih dan memakai jacket hitam pada saat melakukan pembunuhan.

 

Saat ditangkap dirumah wawaknya, tersangka tidak melakukan perlawanan. Hanya saja, petugas sempat agak kesulitan mengartikan perkataan tersangka yang bicara sengau akibat cacat yang dialaminya.

 

Dari tersangka disita barang bukti 1 unit HP Android merk Oppo warna Cream milik korban, 1 unit R2 Honda Vario warna putih yang digunakan pelaku membawa korban.

 

Sakit Hati

Motif pembunuhan itu menurut pengakuan tersangka karena sakit hati atas perkataan korban yang menyebut dirinya sumbing dan bicara  tidak jelas.

 

Sekitar 2 minggu yang lalu korban dan Pelaku berkenalan lewat Sosmed Fb dan melakukan chatingan via masengger dan belum pernah bertemu.

 

Kemudian, pada Kamis (15/12) sekitar pukul 11.00 wib korban chat kembali meminta dijemput tersangka dari rumah kawannya di Jl. Pasar Kecil Sunggal.

 

“Setelah selesai adzan di mesjid, Pelaku chat korban bahwa dia telah menunggu didepan mesjid Jl. Pasar kecil dan menyampaikan naik vario putih dan pake jacket hitam celana pendek,” sebutnya.

 

Tak lama kemudian, korban datang bersama temannya dan korban langsung mendatangi pelaku naik ke boncengan R2 milik pelaku. Lalu Pelaku membawa korban ke arah TKP dan berhenti di pondok kebun jagung dekat TKP.

 

“Tiba dilokasi, pelaku menanyakan kepada korban “gimana dek, maunya kau samaku dengan kondisi cacat kegini ?”, namun korban hanya diam.

 

Lalu pelaku mengajak pindah lokasi duduk kebawah pokok jambu dekat sumur ( TKP ), Pelaku memegang tangan korban namun korban menepis dan mengatakan “Kenapa pegang-pegang tangan ?” lalu jawab Pelaku “bagaimana jawabanmu, mau gak dengan aku yang kegini ?”

 

Jawab korban “siapa yang mau dengan kau cacat sumbing dan ngomong aja au…au…auu….”

 

Mendengar jawaban korban, Pelaku tersinggung dan emosi, pada saat korban mau berjalan meninggalkan Pelaku, Pelaku mengeluarkan tali leher jakcetnya lalu menarik dan mengikat leher korban sampai terjatuh ketanah.

 

Melihat korban tidak bernafas selama 10 menit dan tangan korban sudah tidak bergerak lagi lalu tersangka bingung dan melihat ada sumur di TKP, langsung memasukkan korban kedalam sumur.

 

Kemudian Pelaku mengambil dan membawa Hp Android Oppi warna Cream dan tas warna biru selanjutnya pulang kerumah di Jl. Paya Bakung Sunggal melati Diski dan mandi.

 

Setelah mandi, Pelaku berangkat ke Binjai kerumah Wawak dengan membawa tas korban, dan sampai di Binjai tas korban dibuang pelaku di Sungai Kp. Nangka Binjai.(jos).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

220 komentar