Wajah Para Penyerangan Berdarah di PT BI Terekam Jelas Tak  Ditangkap, Kapoldasu Layak Evaluasi Kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan

Kapolres  Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi dan Josmarlin Tambunan (ist)

Medan, INVOCAVIT.COM: Sangat disayangkan, wajah para pelaku penyerangan berdarah PT Belawan Indah terekam CCTV sangat jelas namun hingga kini Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan belum juga melakukan penangkapan. Diminta Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengevakuasi kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi.

Hal itu diungkapkan seorang Wartawan senior Kota Medan, Josmarlin Tambunan yang dimintai tanggapannya soal pelaku penyerangan PT BI yang masih berkeliaran, Rabu (24/6).

Josmarlin juga mengkritisi Kapolres Pelabuhan Belawan yang tidak mau membalas konfirmasi sejumlah wartawan dalam kasus penyerangan preman bersenjata tajam ke PT. Belawan Indah, apalagi kejadian tersebut sebuah aksi kriminal besar yang cukup menggemparkan.

“Sulitnya Kepala Polres Belawan membalas konfirmasi wartawan meski terkait kasus besar di wilayah kerjanya mengindikasikan ketidak sanggupanya memberikan rasa aman kepada masyarakat di Belawan,” jelasnya.

Disamping masyarakat atau publik menjadi sulit mendapatkan informasi yang akurat, sambung Jos,  tentunya bisa memunculkan spekulasi liar pula di ruang -ruang publik terutama di media sosial atas peristiwa tersebut bila Pak Kapolres Belawan selalu diam atas konfirmasi para wartawan.

 

Sebagai sosok wartawan senior bidang kriminal dan hukum, yang sampai sekarang tetap eksis, memiliki segudang pengalaman, terutama soal menganalisa kinerja aparat kepolisian, menganalisa institusi kepolisian dalam menangani kriminalitas dan persoalan Kamtibmas. Ditanya kira-kira mengapa dan ada apa sehingga Polres Pelabuhan Belawan belum terdengar ada melakukan penangkapan dalam kasus penyerbuan oleh preman di PT BI?

“Kebetulan kasus ini sejak awal saya ikuti terus sampai sekarang. Jadi bila wajah -wajah para pelaku dan aksi kriminal yang mereka lakukan sudah jelas terlihat seperti yang ada direkaman video dan foto-foto yang beredar, namun belum juga ditangkap, masyarakat bisa jadi ragu dan mempertanyakan kinerja kepala kepolisian, Polres Belawan ini khususnya,” sebutnya.

Sambung pria akrab disapa Bang Jos Tambunan lagi, “Lagian modus operandi para pelaku premanisme ini dan otak di belakangnya kan bukan pola yang sulit untuk diungkap, seperti yang diungkapkan Kuasa Hukum PT BI, Pak Dr Darmawan Yusuf sebelumnya ke media, pola kejahatannya sangat umum, dan yakin Pak Kapolres Belawan paham lah, dan gampang lah menangkapnya bila benar komitmen kecuali kalau Kapolres Pelabuhan Belawan Pak AKBP Rosef Efendi ada hubungan emosional dengan pihak PT SBP, yang selama ini disebut-sebut mengerjakan para preman membangun tembok beton di atas tanah PT BI, yang mana pembangunan tembok itu diduga modus awal untuk menguasai dengan membuat hingga stop total operasional PT BI.

Lanjut ditanya pendapatnya, bila Kapolres Pelabuhan Belawan tetap bungkam, bahkan tanpa mau mengarahkan kepada Humas ataupun bawahannya menjawab konfirmasi para wartawan dalam kasus para pelaku premanisme yang merasa kebal hukum ini?, bang Jos mengatakan sudah selayaknya Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolri meninjau ulang kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, apalagi ini soal premanisme terang -terangan berbuat kriminal, sampai menimbulkan adanya korban 4 orang sekarat, mengganggu iklim usaha, bahkan sepeda motor karyawan banyak yang dicuri, dan belum ada pula yang ditangkap.

“Pak Presiden Prabowo selalu menekankan para preman yang mengganggu Kamtibmas dan iklim usaha harus dibasmi yang kemudian dijadikan salah satu program utama Pak Irjen Whisnu Hermawan Februanto sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara. Namun sepertinya program itu tidak dijalankan AKBP Rosef Efendi tentu sangat disayangkan. Karena itulah jabatan Kapolres Pelabuhan Belawan sangat layak untuk dievaluasi bahkan bila perlu segera diganti,” tutup Josmarlin Tambunan menambahkan bila perlu Kapolda Sumut turunlah langsung ke Belawan.

Sekedar mengingatkan, penyerangan oleh sekitar lima puluhan preman diduga bayaran dengan membawa senjata tajam dan benda keras di PT BI terjadi pada 11 Juni sekitar 2 Minggu lalu.

Ternyata penyerangan kelompok preman itu dalam memuluskan pembangunan tembok di atas tanah PT BI, yang belakangan didapat informasi, bahwa PT SBP di balik pembangunan tembok beton yang cukup tinggi itu.

Aksi hari pertama penyerangan ke PT BI sudah dicoba dimediasi pihak Forkopimcam Belawan yang dihadiri Kapolsek Belawan, Kejari Belawan, Camat Medan Belawan, Koramil 09//MB dan Pemko Medan melalui Dinas Perukim TRTB.

Namun mediasi yang mengeluarkan keputusan imbauan dan saran agar PT SBP menghentikan pembangunan tembok tersebut dengan dasar tanpa ada izin PBG dan di atas tanah PT BI, bisa membuat terjadinya tindak pidana kembali, tetapi sepertinya dianggap angin lalu pihak PT SBP dan malah terus menerus membangun tembok tersebut dan sampai terjadi aksi kriminal lanjut sampai memakan korban luka serius dari pihak pekerja PT BI, dan sampai detik ini belum ada dari para pelaku yang ditangkap meski sudah dilaporkan ke polres pelabuhan Belawan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *