Anak Pengusaha Penggilingan Batok Ditembaki OTK Polisi Buru Pelaku Lain

Selasa, 1 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan dan korban Anton Wijaya.(ist)

Deli Serdang, INVOCAVIT. COM: 
Kasus penembakan terhadap anak pengusaha penggilingan batok kelapa di Jalan Industri Gang Sawi Dusun II Desa Tanjung Morawa-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (11/8/2026) siang lalu, masih terus dikembangkan polisi.

Pelaku lain yang ditaksir berjumlah 6 orang masih dalam pengejaran. Polisi sedang mengintensifkan pengejaran terhadap pelaku yang telah diketahui identitasnya.

“Masih dalam proses pengembangan, mengejar pelaku lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).

Dia mengakui pihak kepolisian telah mengamankan seorang tersangka pelaku penembakan dan penganiayaan secara bersama-sama tersebut. Tapi, pelaku lain masih dalam pengejaran.

“Iya, baru satu orang yang diamankan. Masih dikembangkan,” tandas Kombes Ferry.

Sebelumnya, sebuah pabrik penggilingan batok kelapa di Jalan Industri Gang Sawi Dusun II Desa Tanjung Morawa-B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (11/8/2026) siang lalu, diserang orang tak kenal (OTK) menggunakan senjata angin dan senjata tajam (Sajam).

Peristiwa itu mengakibatkan dua pria, Anton Wijaya (41) dan Fandi Fong menderita luka tembak di sekujur tubuhnya. Korban Anton Wijaya juga mengalami luka bacok di lengan kanannya.

Anton Wijaya harus menjalani operasi untuk mengeluarkan tiga proyeksi peluru yang bersarang di beberapa bagian tubuhnya, seperti perut, dada dan paha. Sedangkan Fandi Fong luka tembak di lengan kiri.

Peristiwa itu dilaporkan abang korban Anton Wijaya, Surianto (44) ke Polsek Tanjung Morawa dengan Nomor : LP/B/323/VIII/2026/SPKT/POLSEK TANJUNG MORAWA/POLRESTA DELI SERDANG.

Menurut Suranto, personel Subdit III Jatanras Polda Sumut telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan melakukan penyelidikan. Dia berharap Polda Sumut dapat mengungkap kasus itu hingga tuntas.

“Kemarin, petugas Jatanras dari Polda (Sumut) sudah datang ke TKP dan berbicara dengan saya,” kata Surianto.

Sebelumnya, Anton menuturkan, seorang pria yang menyerahkan diri ke Mapolsek Tanjung Morawa bernama Jimi bukanlah pelaku penembakan terhadap dirinya. Jimi hanya “ditumbalkan” untuk melindungi pelaku penyerangan lainnya.

“Kita heran, kenapa Jimi mengaku sebagai orang yang menembak dan membacok saya. Yang saya ingat, orang yang menembaki saya badannya pendek dan berkulit hitam. Saya sudah datang ke Polsek (Tanjung Morawa) melihat Jimi, itu bukan orang yang menembak saya,” sebut Anton yang kini hanya bisa duduk di kursi roda menunggu kesembuhannya.

Menurut Anton, peristiwa itu diawali selisih paham antara seorang sopir di gudang milik keluarganya dengan Jimi yang sedang mengendarai beca bermotor berujung perkelahian pada Selasa (11/8/2026) siang.

“Dia (Jimi) bilang tunggu kau sini,” tutur Anton mengulangi perkataan pelaku.

Atas perselisihan itu, orang tua Anton menghubungi abangnya Surianto meminta untuk segera balik ke gudang karena khawatir terjadi serangan.

Tapi, karena Surianto tengah berada di Medan, kemudian meminta korban ke gudang. Korban Anton Wijaya datang bersama saksi Feri.

Tak lama berselang, datang sekitar 7 orang ke gudang membawa senpi dan sajam, menyerang orang serta merusak mobil di dalamnya.

Korban Anton Wijaya dan Fandi Fong ditembaki secara membabi buta dari jarak dekat. Saksi lain yang berada di gudang kocar-kacir menyelamatkan diri masuk ke sebuah kamar.

“Saya jatuh tergeletak di lantai karena sudah ditembaki. Orang tua saya dan saudara saya yang lain juga dikejar, dan mereka sembunyi di kamar. Tapi, pintu kamar terus ditendangi,” katanya.

Dia berharap, polisi segera menangkap kawanan pelaku yang diduga berasal dari salah satu organisasi masyarakat (ormas) karena sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan.

“Saya berharap Polda Sumut mengambilalih kasus ini. Karena belum ada perkembangan ke pelaku lainnya,” kesal Anton Wijaya.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polresta Deli Serdang Amankan Seorang Pria dan Sita 4,32 Gram Shabu
Tim Macan Tangkap 13 Remaja Geng Motor Terlibat Tawuran, Sita 4 Sajam dan Ketapel
Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat
Korban Dugaan Kriminalisasi  Penyidik Polrestabes Medan Minta Perlindungan Komisi III
Wapres dan Gubsu Terkejut Korban Tangkap Maling Jadi Tersangka dan DPO
Dua Kali Panggilan Tersangka Tak Hadir, Polda Sumut Akan Panggil Paksa Anggota DPRDSU Dhody Thahir
Dua Residivis Spesialis Curanmor Ditangkap, Satu Tersungkur “Dipelor” Polsek Medan Kota, Ini Jejak Kejahatannya Penadah Masih Dikejar
BNNP Sumut Tangkap Tiga Pengedar Ganja Antar Propinsi, Barbut 126 Kg

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WIB

Polresta Deli Serdang Amankan Seorang Pria dan Sita 4,32 Gram Shabu

Selasa, 15 September 2026 - 11:41 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curat

Senin, 14 September 2026 - 19:44 WIB

Korban Dugaan Kriminalisasi  Penyidik Polrestabes Medan Minta Perlindungan Komisi III

Senin, 14 September 2026 - 19:30 WIB

Wapres dan Gubsu Terkejut Korban Tangkap Maling Jadi Tersangka dan DPO

Senin, 14 September 2026 - 16:24 WIB

Dua Kali Panggilan Tersangka Tak Hadir, Polda Sumut Akan Panggil Paksa Anggota DPRDSU Dhody Thahir

Berita Terbaru