Anggota DPR RI Komisi XIII Dr Maruli Siahaan SH.MH Reses Masa Sidang IV di Percut dan Sunggal, Toleransi Wujudkan Masyarakat Madani

Daerah, Medan, Nasional430 Dilihat

Anggota DPR RI Komisi XIII Dr Maruli Siahaan SH.MH Reses Masa Sidang IV di Percut dan Sunggal, Selasa (5/8).(ist)

 

Medan, INVOCAVIT.COM: Anggota DPR RI Komis XIII, Kombes Pol (Purn) Dr Maruli Siahaan SH.MH mengadakan reses masa sidang IV Tahun 2025 di Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Sunggal, Selasa (5/8).

 

Dalam reses masa sidang IV Tahun 2025 ini, anggota DPR RI partai Golkar Dapil Sumut I itu membahas Toleransi dalam upaya mewujudkan masyarakat yang Madani.

Reses masa sidang IV Tahun 2025 di Kec Percut Sei Tuan diikuti ratusan masyarakat dari
8 desa yakni,
* Desa Bandar Khalifah
* Desa Sei Rotan
* Desa Bandar Setia
* Desa Kolam
* Desa Lau dendang
* Desa Selambo
* Desa Kenangan Lama
* Desa Kenangan Baru

Kehadiran Dr Maruli Siahaan SH.MH didampingi Tenaga ahli dan ketua Relawan Palito Bangun Siahaan SE dan Harun Indra Mulia Lubis SE, Kepala Seksi Trantip  Kec Percut Sei Tuan.

Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes (Pur) Dr Maruli Siahaan SH.MH Poto bersama masyarakat dalam reses masa sidang IV, Selasa (5/8).(ist).

 

Sementara kegiatan di Kecamatan Sunggal yang berlokasi di Lapangan Komplek Srigunting Jl. Setia Bakti Barat berpartisipasi dengan masyarakat dari 10 desa yakni,
* Desa Sunggal Kanan
* Desa Sei Beras Sekata
* Desa Purwodadi
* Desa Helvetia
* Desa Tanjung Gusta
* Sei mencirim
* Medan Krio
* Desa Telaga Sari
* Desa Lalang
* Desa Tani Asli

Kehadiran purnawirawan Polri itu didampingi Bangun Siahaan SE, Tenaga ahli & Ketua Relawan Palito dan turut hadir  AKP (P) Suyono (Ketua BPD Sunggal Kanan / Tokoh Masyarakat) dan Tengku Reza Fahrim,SH (Kepala Dusun V Sunggal Kanan).

Dalam kegiatan reses ini, politisi Partai Golkar itu menyampaikan bahwa Sumatera Utara adalah miniatur Indonesia. Dimana ada suku Batak, Melayu, Jawa, Tionghoa, Karo, Mandailing dan lainnya.

“Ditengah perbedaan agama dan suku (heterogen), masyarakat Sumatera Utara dituntut untuk saling berdampingan dan bekerja sama. Kuncinya adalah toleransi,” kata Maruli Siahaan

 

Disebutkan, Toleransi  satu hal yang paling penting untuk bisa hidup rukun. “Tanpa toleransi, jangankan masyarakat madani, hubungan antar tetangga pun bisa kacau,” tegasnya lagi.

Diapun  berbagi pandangan, data, dan strategi tentang bagaimana masyarakat di Percut Sei Tuan ini dapat terus menjaga kerukunan dan keamanan dengan landasan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara dan falsafah hidup bangsa kita.

“Toleransi antar masyarakat di Kec Percut Sei Tuan dan Kec Sunggal harus tetap dipertahankan. Dengan hidup berdampingan yang berbeda suku dan agama serta budaya menjadi modal utama membangun bangsa,” jelasnya lagi.

Dengan terciptanya toleransi, tambah Maruli Siahaan, pembangunan disegala bidang bisa terlaksana dengan baik dan pemerintah dapat melaksanakan tugas dan fungsinya untuk kemajuan masyarakat itu sendiri.

“Harapan kita bersama,  dengan adanya toleransi, masyarakat dapat menghadapi tantangan bersama dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis,” pungkasnya.

Kehadiran anggota DPR RI Komis XIII Dr Maruli Siahaan SH.MH di daerah itu menjadi momen yang luar biasa teebukti dengan antusiasnya masyarakat mengikuti kegiatan reses ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar