“IPK secara tegas meminta agar Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara dapat mengusut dan mengungkap tuntas peristiwa ini, mulai dari latar belakang terjadinya perkelahian hingga mengusut oknum tidak dikenal (OTK) yang menculik dan menganiaya Doli Manurung,” ujar Ketua DPD IPK Medan, Benny Haryanto Sihotang, SE.MM, Selasa (06/08/2024).
Kepada para awak media, Benny Haryanto Sihotang didampingi oleh Wakil Ketua DPD IPK Sumut, Antonius Tumanggor, serta para pengurus IPK lainnya, yakni Paul Mei Anton Simanjuntak dan Rocky Antonio Sinuraya menyampaikan kekhawatiran dan rasa prihatin yang mendalam atas insiden ini.
Benny juga menegaskan bahwa organisasi IPK tidak memiliki keterkaitan apapun dengan geng motor SL (Simple Life) yang sering kali dikaitkan dengan berbagai aksi kriminal di Medan.
“Kami sudah secara resmi menyatakan kepada Kapolresta Medan pada Juli 2019 lalu bahwa IPK tidak ada keterkaitan dengan geng motor SL. Kami menolak segala bentuk keterlibatan dalam aktivitas geng motor,” tegasnya.
Benny juga mengungkapkan bahwa IPK memberikan sanksi berat bagi anggota yang terlibat dalam aktivitas geng motor. “Kami sangat serius dalam menertibkan anggota kami. Sebagai contoh, Sapma IPK Medan pernah dibekukan karena tidak bisa menertibkan anggotanya yang tergabung dengan geng motor,” lanjutnya.
Menurut Benny, langkah tegas ini adalah bagian dari komitmen IPK untuk menjaga integritas organisasi dan memastikan bahwa anggotanya tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa IPK adalah organisasi yang taat hukum dan berkomitmen untuk menjaga keamanan serta ketertiban di masyarakat,” tambahnya.
Beny juga menuturkan bahwa IPK akan terus mendukung upaya penegakan hukum dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan keamanan di Sumatera Utara.
“Kami percaya pada integritas dan profesionalisme kepolisian Sumatera Utara. Kami yakin bahwa mereka akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini dan memastikan keadilan bagi para korban,” sebutnya.
Peristiwa penganiayaan yang menimpa Prada Defliadi Susanto dan penganiayaan dan penculikan terhadap Doli Manurung ini menjadi perhatian serius IPK dan masyarakat luas.
IPK berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan keamanan di wilayah tersebut dapat terjaga dengan baik.
Sementara itu, pihak keluarga Doli Manurung yang diwakili oleh adik Doli Manurung, Rina Manurung, kejadian bermula dari perkelahian antara abangnya, Doli Manurung dan satu anggota TNI di tempat hiburan malam Kota Medan.
“Pagi hari, abang saya sudah diperban kepalanya ketika ditanya oleh orangtua saya, dia menjawab berkelahi dengan anggota TNI,” kata Rina Manurung, menirukan jawaban abangnya kepada sang ayah.
Terkejutnya lagi, ujar Rina, selagi abangnya beristirahat pagi minggu itu, datang puluhan orang berpakaian preman memaksa masuk, merusak rumah orangtuanya dan memukuli abangnya serta membawa pergi tanpa memberitahu kemana.
“Lalu pagi minggu itu, puluhan orang tak dikenal datang ke rumah mamak dan membuat kerusakan di rumah serta menganiaya abang saya di depan orang tua kami,” jelas Rina Manurung lagi.
Pihak keluarga Doli Manurung, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penculikan abangnya tersebut. ***













hgh cycles
References:
test and hgh cycle dosage [pad.Stuve.de]
hgh cycles
References:
test and hgh cycle dosage [pad.Stuve.de]