Dugaan kecurangan penerimaan PPPK, Poldasu Dikabarkan Amankan Ka BKPSDM dan Kadisdik Batubara

Daerah124 Dilihat

Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi wahyudi.dok)

 

 

MEDAN, INVOCAVIT.COM – Penyidik  Ditreskrimsus Polda Sumut dikabarkan mengamankan Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia) dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab Batubara, Senin (29/1).

 

Kedua pejabat itu diamankan terkait dugaan pengutipan uang dari para peserta ujian PPPK (Pegawai Pemerintah  dengan Perjanjian Kerja) se Kabupaten Batubara.

 

Selain Kepala BKPSDM inisial MD dan Kadis Pendidikan AH, dikabarkan juga ikut diperiksa Sekretaris Dinas Pendidikan inisial DT dan Ketua Panitia CASN inisial RA.

 

Informasi diperoleh, dugaan pungli itu terendus polisi atas laporan oknum-oknum peserta PPPK.

 

Dalam laporan diperoleh, ada peserta PPPK yang tidak lulus namun dengan “penyetoran” uang sehingga yang bersangkutan dinyatakan lulus.

“Kecurigaan muncul ketika ada peserta PPPK yang sebelumnya  tidak lulus kok bisa lulus sehingga peserta lainnya menjadi curiga dan melaporkan ke polisi,” ujar sumber yang tidak bersedia disebut identitasnya.

 

Belum diketahui berapa besaran dana yang dikutip untuk meloloskan peserta PPPK tersebut. “Kalau nilainnya tidak tahu pasti namun infonya bervariasi puluhan juta rupiah juga per orang,” sebutnya.

 

Sementara itu, diperoleh informasi AH menjabat Kepala Dinas Pendidikan  Batubara pada tahapan SKTT PPPK tahun 2023.

 

Terkait pemeriksaan DT yang bersangkutan pada proses seleksi berlangsung  sebagai plt Disdik Batubara yang kemudian digantikan AH dan kembali menduduki jabatan sebagai Sekretaris Kadisdik.

 

Saat seleksi penerimaan PPPK itu, Ir. Zahir masih menjabat sebagai Bupati Batubara.

 

Sementara itu, Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi soal diamankannya oknum Kepala BKPSDM dan Kadis Pendidikan Kab Batubara itu mengatakan, penyidik Ditreskrimsus Poldasu masih melakukan penyelidikan.

 

“Tidak diamankan tapi masih dilakukan penyelidikan,” ujar Kombes Hadi.

Juru bicara Poldasu itu tidak menampik terhadap keduanya dilakukan pemeriksaan. “Yah prosesnya masih seperti itu,” imbuhnya.

 

Sementara Kadisdik Batubara AH yang dikonfirmasi tidak dapat dihubungi.

 

Dikonfirmasi lewat WhatsAap (WA) nomornya contreng satu.(jos).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *