Para narasumber, Kapoldasu Irjen Agung Setya IE, Sekjen DPP MUI Buya Dr H Amirsyah Tambunan, Guru Besar UINSU Prof Dr Anshari Yamama dan Ketua MUI Sumut Dr H Maratua Simanjuntak, ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (18/8).(jos tambunan).
INVOCAVIT.COM, MEDAN – Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Efendy mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menciptakan Pemilu 2024 aman dan damai khususnya di Provinsi Sumatera Utara.
“Halaqah ini diadakan supaya kita bisa mewujudkan pemilu damai, area publik yang aman dan nyaman. Kegiatan ini sesuatu yang baik bagi kita untuk menjadikan majelis ini literasi banyak pihak untuk bisa menyamakan dan menerima informasi-informasi yang baik, untuk kemajuan bagi Sumatera Utara,” ujar Irjen Agung Setya Imam Effendi yang menjadi narasumber pada acara Halaqah Kebangsaan bersama Wasekjen DPP MUI Buya Dr H Amirsyah Tambunan di Medan, Jumat (18/8/2023) di Hotel Grand Mercury Medan.
Irjen Agung mengatakan, kegiatan Halaqah Kebangsaan yang merupakan diskusi para tokoh agama yang bertujuan membahas permasalahan-permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara terkini, sangat penting dilakukan.
“Kami ingin penyelenggaraan majelis-majelis ini bisa diperbanyak supaya kita dalam konteks pemahaman, pemikiran bisa disalurkan pengertian dan kedalaman pemahamannya untuk menjadi hal yang penting supaya kemudian prilaku-prilaku kita, pilihan kita menjadi lebih baik,” katanya.
Untuk itu, Agung mengajak, seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam mewujudkan Pemilu tahun 2024 yang aman dan damai. “Pemilu ini perlu damai, Pemilu perlu nyaman karena ini pesta demokrasi yang harus kita wujudkan bersama keamanan dan kenyamanannya,” ucapnya.
Agung juga menyebutkan kalau pihak kepolisian telah memetakan lokasi-lokasi rawan saat Pemilu 2024. “Polri akan hadir menjaga dan menjamin Harkamtibnas itu berjalan dengan baik. Artinya, masyarakat bisa beraktifitas sebagaimana mestinya. Tentu dinamika seperti ini kita amankan dan kemudian hal-hal yang menghambat kita cairkan, yang panas kita dinginkan, yang hangat kita hilangkan dan hal yang belum terinformasikan bisa disampaikan,” ujar Kapolda.
PROBLEM SOLVER
Wasekjen DPP MUI Buya Dr H Amirsyah Tambunan mengatakan, seluruh masyarakat khususnya yang hadir dalam kegiatan Halaqah Kebangsaan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Pemilu yang damai. “Kita semua punya tanggung jawab dalam menciptakan pemilu damai yang ramah, santun dalam rangka untuk menyumbangkan nilai-nilai demokrasi yang jujur dan adil. Itu yang saya kira penting sekali,” sebut Buya.
Kemudian lanjut Tambunan, masyarakat memberikan pemahaman agama untuk menciptakan keamanan, kedamaian sekaligus menciptakan suasana yang guyub, rukun guna menghasilkan kepemimpinan nasional yang legitimate yang dipilih anak bangsa.
“Oleh karena itu saya mengajak kita semua. Mari kita komponen bangsa ini sebagai bagian dari problem solver yaitu memberi solusi terhadap masalah. Jangan kita menjadi problem maker,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan peserta soal haram tidaknya mengucaban Om swasti-astu (Hindu) namu budaya (Budha) Sekjen DPP MUI itu mengatakan, Umat Islam harus menghargai perbedaan.
“Umat Islam jangan membuat masalah tetapi harus mampu menyelesaikan masalah, tugas MUI adalah melindungi umat bekerjasama dengan pemerintah,” imbuhnya.
Halaqah Kebangsaan ini mengangkat tema peran Islam Wasathiyah dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman menghadapi Pemilu 2024.
Panel Diskusi Halaqah Kebangsaan itu dengan menampilkan narasumber Kapoldasu Irjen Agung Setya Imam Effendi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP MUI Buya Dr H Amirsyah Tambunan, Guru Besar UINSU Prof Dr Anshari Yamama.
Dalam diskuti yang dipandu moderator Dr Rahmad Tahir, dihadiri Waka Polda Sumut Brigjen Pol Jawari, Irwasda Poldasu Kombes Armia Fahmi, Dirreskrimum Kombes Sumaryono, Ketua MUI Sumut Dr H Maratua Simanjuntak dan para pengurus organisasi Islam.(jos).











