Khutbah Ustadz Marwan Marpaung S.Pd.di Masjid Tagwa Sunnah; Selesaikan Masalah Tanpa Amarah.

Daerah218 Dilihat

Tanjungbalai,INVOCAVIT.COM: Untuk tidak terjadinya konflik berkepanjangan dan suatu masalah,hendaknya tidak dengan Amarah.Setiap masalah diselesaikan dengan amarah,pasti tidak akan selesai yang adalah konflik berkepanjangan.

Ketahuilah,marah itu adalah sipat setan,sedangkan setan terbuat dari api.Api akan padam dengan Air ketika ia menyentuhnya.Maka dari itu,setiap masalah hendaknya jangan melalui dengan amarah

Hal ini disampaikan Ustadz Marwan Marpaung S.P.d.saat menyampaikan Khutbah di Masjid Tagwa Sunnah Jumat(28/11) Jalan Tagwa Kelurahan Pantai Burung Kec.Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai.

Ia menyampaikan,Setiap manusia pasti diciptakan sempurna dengan fisik dan psikis bahkan emosi serta perasaan, tanpa terkecuali .
Allah berfirman.

*Sungguh telah kami ciptakan manusia dengan sebaik baik bentuk (qs At-Tin : 4)
Manusia memiliki berbagai perasaan, dan salah satunya adalah *Marah*.

Ada beberapa dampak buruk marah,
1. Akan semakin memancing pertikaian
2. Org yang suka marah tidak sehat secara fisik dan psikis
3. Menjadi budak syaithon.

Beberapa keutamaan orang yang menahan amarahnya,
1. Salah satu ciri orang yang bertakwa. Allah berfiman;

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang *bertakwa*
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, (Qs Ali Imran : 133, 134)

2. Orang yang menahan amarah akan di elu elukan di akhirat,Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah k akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai. (HR. Ahmad)

Lebiihlanjut dikatakannya,Beberapa kiat agar bisa menahan amarah:

Pertama, berwudhu. Ketika seseorang tengah marah, dalam salah satu hadits Rasulullah menganjurkan untuk berwudhu. Pasalnya, emosi yang tidak terkendali akan menimbulkan dampak yang buruk. Lebih dari itu, amarah akan menimbulkan dendam kusumat yang bisa berakibat fatal, seperti pembunuhan, kekerasan, dan ujungnya berurusan dengan pihak berwajib.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Imam Ahmad dan Abu Daud, Nabi bersabda;

Artinya: “Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan diciptakan dari api sementara api akan padam ketika terkena air. Maka jika diantara kalian ada yang marah maka berwudu’lah.”

Kedua, membaca taawwudz. Di tengah emosi yang tak terkendali seorang Muslim dianjurkan untuk mengucapka ‘adzubillahi minas syaithonir rojim. Ucapan ini sebagai upaya memohon pertolongan pada Allah, agar emosi yang hadir dalam hati bisa terkontrol, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

Ini sebagaimana dalam hadits yang bersumber dari Imam At-Thabrani,

Artinya; “Jika salah satu mereka sedang marah lalu mengucap auudzu billahi minasy syaitoonir rojiim maka hilanglah marahnya.”

Ketiga, berdoa dan mengingat Allah. Ini adalah cara yang sangat penting dalam meredam emosi. Dalam Al-Qur’an, Allah berjanji bahwa orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa tenang adalah mereka yang ingat kepada-Nya. Saat merasakan emosi yang kuat, mengingat Allah melalui dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an dapat membantu menenangkan pikiran dan hati.

Artinya; “Allah berfirman: “Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku saat engkau marah, Aku akan mengingatmu saat Aku marah.”Semoga Allah melindungi dan meridhai kita semua.Aamiin.(anja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar