Pembunuh Predi Perangin-Angin Diserahkan Keluarga ke Polsek Pancurbatu 

Tersangka saat diperiksa polisi.(ist)

 

Pancur Batu, INVOCAVIT.COM: Kasus pertikaian hingga mengakibatkan Predi Perangin-angin tewas dibacok di Jalan Lori Desa Hulu, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Kamis (14/5) sore kemarin, akhirnya terungkap. Tak sampai 24 jam, tersangka diserahkan keluarga ke polisi setelah tim Intelkam dibantu petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan mendatangi rumah tersangka, Kamis malam (14/5) sekira pukul 21.00 WIB.

Data yang diterima wartawan dari kepolisian, Jum’at (15/5) sore, tersangka berinisial BS alias B (43) warga Desa Lama, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang ini diserahkan pihak keluarganya setelah personil unit Intelkam Polsek Pancur Batu bersama Satreskrim Polrestabes Medan mendatangi rumah keluarga tersangka.

Sebelumnya, petugas memberikan arahan kepada keluarga agar menyerahkan tersangka. Tak lama kemudian, pihak keluarga tersangka pun mencari keberadaan tersangka BS alias B, lalu menyerahkannya ke Polsek Pancur Batu sekira pukul 21.00 WIB.

Dalam pemeriksaan, tersangka BS mengaku nekat menikam korban karena sakit hati tidak mau dipanggil. Pasalnya, sore itu tersangka melintas di lokasi kejadian dan melihat korban sedang bekerja menimbun tanah pertapakan.

Melihat ada penimbunan yang sedang dikerjakan, tersangka memanggil korban untuk datang kepadanya. Karena sibuk meratakan tanah penimbunan, korban tidak menghiraukan panggilan tersebut.

Merasa kesal, tersangka akhirnya mendatangi korban dan sempat terjadi cekcok mulut. Saking emosinya, tersangka pun akhirnya menikam korban dengan sebilah pisau di bagian pinggangnya.

Usai menikam korban, tersangka pergi meninggalkan korban dengan kondisi berlumuran darah dan akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, SH yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp Jum’at (15/5/2026) sore sekira pukul 15.00 WIB terkait penangkapan tersangka penikaman terhadap korban telah ditangkap, masih belum memberikan keterangan.

Perwira berpangkat satu melati ini memilih bungkam dengan tidak membalas pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan.(tg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *