Satpam MBG yang dibacok dan ditembak masih terbaring di RSUD Dr Pirngadi Medan, sudah 9 hari peluru belum dikeluarkan.(ist)
Percut, INVOCAVIT.COM: Satpam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan, Guntur Sugoro (41), sudah 9 hari menjalani perawatan di rumah sakit dan sampai saat ini peluru yang ditembak begal dan masih bersarang ditubuhnya tidak kunjung dikeluarkan.
Korban ditembak sejumlah begal yang mencoba melakukan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Saat ini Guntur dirawat di RS Pirngadi Medan, sejak kejadian itu.
Korban mengatakan, saat itu ia hendak ke rumah rekannya, namun dicegat sejumlah orang yang membawa senjata tajam. Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/5).
Ia diminta turun dari dan menyerahkan kendaraannya.
Tak rela kendaraannya akan dirampas, korban langsung tancap gas. Namun saat itu pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang langsung membacoknya dari belakang.
“Pas sudah masuk jalan tumbukan, langsung di stop dan dipepet sama dua kereta, lima orang, disuruh berhenti. Tapi, saya merasa ini pasti mau dibegal,” kata Guntur, Selasa (19/5/26)
Meski punggungnya kena bacok, Guntur tetap melaju. Kemudian pelaku langsung mengeluarkan senjata diduga senapan angin, dan menembakkan ke arah Guntur.
Akibatnya, punggung belakangnya terkena peluru yang ditembakkan.
Meski demikian, ia tetap tancap gas berusaha menyelamatkan diri agar tidak dirampok.
“Mungkin pas dibacok ditengok enggak luka, dan dia bilang ‘Eh, enggak apa-apa dia, bang. Tembak dia, Bang,” katanya menirukan percakapan pelaku.
Namun sudah sembilan hari lamanya peluru masih bersarang di tubuhnya.
Ia menyebut tak memiliki uang untuk membayar biaya operasi.
Gaji sebagai Satpam di salah satu dapur MBG sudah pasti tak mencukupi.
Apalagi dirinya baru saja bekerja, dan sudah sembilan hari tak masuk.
Kini ia berusaha mencari bantuan, dan meminta surat keterangan miskin untuk mendapatkan keringanan.
“Saya penjaga MBG. Baru dua bulanan gitu, lah. Peluru belum diambil, cuma di perban gitu aja. Nggak berlaku BPJS juga kan, makanya ini lagi buat surat miskin,” ujarnya.**











